MALANG KOTA – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berharap wacana peningkatan insentif segera direalisasikan. Berdasar informasi yang diterima wartawan koran ini, peningkatan insentif direncanakan hingga Rp 1 juta. Saat ini, mereka menerima insentif dengan nominal Rp 750 ribu tiap bulan.
Salah satu Guru PAUD Sartika, Tulusrejo, Kota Malang, Yuni mengatakan, wacana kenaikan insentif sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi. ”Dari dulu, ada wacana (insentif) Rp 1 juta, tapi belum tercapai,” ujarnya kemarin (18/9).
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Guru, Diklat Jurnalistik SD/MI Sukun Kembali Digelar
Besaran insentif yang diterima guru PAUD sendiri telah mengalami peningkatan secara bertahap. Sebelumnya, nominal yang diterima berada di kisaran Rp 100 ribu, kemudian Rp 200 ribu, Rp 500 ribu hingga saat ini Rp 750 ribu. Peningkatan tersebut diharapkan terus berlanjut karena penghasilan dari sekolah masih terbatas.
Para guru juga berharap adanya perhatian terhadap kesejahteraan pengajar PAUD non-formal. Mereka menilai beban mengajar yang dijalani tidak bisa dibilang ringan karena kegiatan pembelajaran berlangsung lima hari dalam sepekan. Sama seperti sekolah pada umumnya. ”Harapannya kedepan kesejahteraannya juga menyesuaikan dengan jam kerja di PAUD,” kata Kepala PAUD Sartika, Tulusrejo Ira.
Menurutnya, masalah kesejahteraan berakar posisi Guru PAUD yang tidak masuk dalam kategori tenaga pendidik formal seperti guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Para guru tidak menuntut besaran penghasilan yang sama dengan guru berstatus penuh waktu. Namun, kesejahteraan yang diterima diharapkan dapat lebih mencukupi kebutuhan seharihari. ”Kami tidak minta lebih. Paling tidak sama, mencukupi,” ujarnya.
Di sisi lain, terdapat batasan usia dalam penerimaan insentif. Guru yang telah berusia 60 tahun disebut tidak lagi menerima insentif. Para guru berharap kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah.
Editor : Aditya Novrian