MALANG KOTA, RADAR MALANG – Ada tujuh kawasan di Kota Malang yang masuk dalam daftar rencana penataan. Contohnya di Jalan Basuki Rahmat atau Kajoetangan Heritage. Berikutnya di Jalan Muharto dan Jalan Pasar Induk Gadang.
Rencana penataan yang disusun Pemkot Malang itu punya beberapa tujuan. Seperti mengurai kepadatan lalu lintas, memaksimalkan sektor perdagangan, hingga pengembangan wisata.
Namun tidak semua penataan kawasan itu akan direalisasikan dalam waktu dekat. Penataan yang tengah berlangsung saat ini di kawasan Pasar Induk Gadang.
Di sana, penataan sudah berlangsung sejak Juli 2025. Dimulai dengan sosialisasi dan persiapan penertiban. Kemudian pada 15 Juni 2026, pemkot mulai melakukan perbaikan dan penataan jalan.
Prosesnya masih berlangsung hingga sekarang. Pemkot menargetkan penataan di sana bisa rampung akhir November mendatang.
Selain jalan di Pasar Gadang, pemkot juga sedang membidik kawasan-kawasan lainnya. Misalnya saja di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), yang rencananya dijadikan destinasi wisata untuk kalangan milenial.
Di sana, rencananya ada tahap pemeliharaan Jembatan Soehat, revitalisasi pedestrian, penyediaan ruang parkir, hingga penyesuaian dengan bangunan atau fasilitas publik di sekitarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, pemkot sudah menyusun rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL).
Itu akan menjadi pijakan awal. ”Kemudian pemkot mengusulkan agar penataan kawasan Soehat masuk dalam National Urban Transformation Project (NUTP),” kata Diah.
Itu merupakan program strategis Indonesia bersama World Bank untuk merencanakan kawasan perkotaan agar lebih tertata, inklusif, dan berkelanjutan.
Namun, realisasi penataan di kawasan Soehat tampaknya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. ”Informasi terakhir dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, kawasan Soehat belum masuk dalam lima besar usulan NUTP,” ungkap Diah.
Setelah tidak masuk dalam usulan, pemkot masih melakukan perencanaan ulang. Sebab, penataan di sana membutuhkan dana yang besar. Sementara APBD Kota Malang terbatas.
Menurut Diah, jika menggunakan APBD, perlu waktu bertahun-tahun untuk menuntaskannya. ”Jadi kami belum tahu apakah akan mengusulkan kembali atau bagaimana,” sambung Diah. Kawasan lain yang diproyeksikan untuk ditata adalah Jalan Brawijaya.
Tepatnya dekat Pasar Splendid yang rencananya terintegrasi sebagai kawasan heritage dengan Jalan Trunojoyo (depan Stasiun Malang pintu barat), Balai Kota Malang, Alun-Alun Tugu, Kajoetangan Heritage, hingga Alun-Alun Merdeka.
Konsep penataan yang menghubungkan kawasan-kawasan itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Seperti pedestrian hingga jembatan penghubung antara Splendid dengan Kajoetangan Heritage.
Tak hanya berfokus pada penataan kawasan yang berbasis wisata dan milenial, ada juga penataan kawasan dalam rangka mengurai kepadatan lalu lintas. Kawasan yang dibidik yakni sepanjang Jalan Muharto.
”Di sana kami fokus pada koridor jalannya. Karena kami membaca dari media sosial dan mendengar keluhan masyarakat bahwa di sana sering terjadi kemacetan,” ucap perempuan yang sudah berkarir di pemkot selama 31 tahun itu.
Diah menyebut, kemacetan di sana timbul karena adanya sejumlah bangunan semi-permanen yang posisinya menjorok ke jalan. Di samping itu, saat pagi juga ada bongkar muat sampah. Itu terjadi karena tempat yang seharusnya menjadi TPS sudah dijadikan hunian oleh warga.
Akibatnya, pembuangan sampah berlangsung di tepi jalan. Padahal, kawasan Muharto menjadi alternatif untuk masyarakat yang hendak menuju Jalan Kyai Tamin, kawasan Kotalama, atau kawasan Gadang-Sukun.
”Jadi kami akan tata mulai dari Cukam sampai Jembatan Muharto. Yang ditata pembuangan sampah insidental di sana, PKL, dan jembatannya rencana diganti secara menyeluruh,” tegas Diah.
Penataan beberapa aspek itu akan dilakukan bertahap. Salah satunya jembatan yang rencananya mendapat anggaran dari pemerintah pusat.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyampaikan bahwa rencana penataan sejumlah kawasan di Kota Malang itu sudah dibahas bersama legislatif. Mulai dari penataan kawasan Soehat, Muharto, sampai Splendid.
Dito mengungkapkan, belum lama ini pihaknya juga mendapat informasi terkait rencana penataan kawasan di Kampung Wisata Sanan. ”Penataannya nanti secara menyeluruh. Mulai dari jalan di sekitar sana sampai drainase,” ungkap legislator NasDem tersebut.
Secara umum pihak legislatif mendukung. Namun mereka juga menyarankan agar pemkot bisa mencari alternatif pendanaan di setiap titip penataan. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra