4.000 Warga Ajukan Sanggahan Perubahan Desil, Keluhkan Data Tak Sesuai

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:05 WIB
VERIFIKASI ULANG: Sejumlah warga Kota Malang melakukan verifikasi terkait perubahan status desil.
VERIFIKASI ULANG: Sejumlah warga Kota Malang melakukan verifikasi terkait perubahan status desil.

 MALANG KOTARADAR MALANG-Masyarakat yang tidak puas dengan penentuan desil mencapai ribuan orang. Angka itu merupakan jumlah yang dicatat Pemkot Malang dalam beberapa waktu terakhir. Umumnya, warga Kota Malang merasa tak puas dengan perubahan kategori desil.

 Karena itu, melakukan pengajuan sanggah. Tapi setelah proses tersebut, dibutuhkan verifikasi lagi. Lalu, keputusan terkait desil berada di tangan pemerintah pusat.

 Seperti yang diberitakan sebelumnya, perubahan desil ini berdampak negatif pada warga kurang mampu. Mereka terancam kehilangan beberapa bantuan sosial. Di antaranya, pendidikan, kesehatan, hingga pangan.

 Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Muhamad Syailendra menyampaikan, jumlah warga yang melakukan pengajuan sanggah mencapai sekitar empat ribu orang. Sanggahan dilakukan karena desil yang tercatat dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

 Menurutnya, terdapat warga yang tercatat dalam desil 9 hingga 10. Namun kondisi ekonomi mereka seharusnya masuk dalam desil yang lebih rendah. Termasuk desil 5 ke bawah. ”Kami menampung seluruh sanggahan karena warga masih membutuhkan bansos. Mereka bisa memanfaatkan perlinsos (Perlindungan Sosial),” terang Syailendra.

 Dia menekankan, sanggahan yang masuk telah diteruskan ke pemerintah pusat. Keputusan perubahan data berada di pemerintah pusat. ”Pemerintah pusat yang menentukan apakah layak desil warga diturunkan atau tetap. Kemudian apa masih layak mendapatkan bansos atau tidak,” jelasnya.

 Sailendra mengatakan, pihaknya belum mengetahui hasil dari ribuan sanggahan tersebut. Sebab, pembaruan data desil dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Pemkot meminta untuk bersabar menunggu keputusan pemerintah pusat. Saat hasil dari sanggahan sudah keluar, pihaknya akan segera menginformasikan kepada warga.

 Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menerangkan, dirinya juga banyak mendapat keluhan tentang perubahan desil. Hal tersebut hampir terjadi setiap hari. ”Ketika mendapatkan keluhan saya mengarahkan ke kelurahan. Sudah saya minta kelurahan menampung sanggahan tersebut,” jelasnya. 

Ali menekankan, warga yang merasa tidak puas dengan perubahan desil bisa langsung menghubungi kelurahan. Dia memastikan, kelurahan akan menampung seluruh sanggahan warga. Namun untuk perubahan desil, tergantung proses di pemerintah pusat.

 ”Perubahan desil ini butuh proses dan verifikasi, jadi kemungkinan ada yang sudah turun ada belum,” kata dia. Ali berharap, untuk sementara warga yang sudah mengajukan sanggahan sabar menunggu. Dia yakin, sanggahan tersebut tidak diabaikan. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
desil Kota Malang perubahan kategori desil Pemkot Malang