Jangan Hanya Lihat Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah 

Indra Andi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:14 WIB
Ilustrasi hunian 2 lantai
Ilustrasi hunian 2 lantai

 

MALANG  – Membeli rumah bukan keputusan yang sebaiknya dilakukan terburu-buru. Selain membutuhkan biaya besar, properti juga akan digunakan atau dikelola dalam jangka panjang. Karena itu, calon pembeli perlu mempertimbangkan sejumlah hal, tidak hanya harga.

Legalitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperiksa sejak awal. Calon pembeli perlu mengetahui status kepemilikan tanah, dokumen properti, serta proses transaksi agar terhindar dari persoalan di kemudian hari.

Selain itu, lokasi juga perlu menjadi pertimbangan. Untuk hunian, akses menuju tempat kerja, pusat kota, fasilitas kesehatan, kawasan pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari dapat memengaruhi kenyamanan penghuni.

Sementara bagi pembeli yang menjadikan rumah sebagai investasi, pertimbangannya lebih luas. Kedekatan dengan kawasan pendidikan, akses transportasi, aktivitas di sekitar lokasi, hingga karakter calon penyewa perlu diperhatikan karena berkaitan dengan potensi pemanfaatan properti.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mengandalkan peta, foto, atau materi promosi. Survei langsung diperlukan untuk melihat kondisi jalan, lingkungan sekitar, akses kendaraan, serta suasana kawasan.

Kondisi bangunan dan tata ruang juga perlu diperhatikan. Rumah yang lebih besar belum tentu sesuai jika pembagian ruangnya tidak mendukung kebutuhan penghuni. Begitu pula rumah kost. Jumlah kamar bukan satu-satunya pertimbangan, tetapi juga kenyamanan, fasilitas, akses, dan kesesuaian dengan target pasar.

Sales Tomoland Dwi Putra mengatakan, konsumen saat ini cenderung ingin memahami properti secara lebih menyeluruh sebelum menentukan pilihan.

“Biasanya yang pertama ditanyakan memang harga. Tapi setelah ngobrol lebih jauh, pertimbangannya mulai banyak, apalagi kalau rumahnya juga ingin dijadikan investasi. Konsumen mulai melihat legalitas, lokasi, akses, sampai siapa kira-kira pasar sewanya nanti. Kami justru senang kalau konsumen banyak bertanya dan mau survei dulu, supaya mereka bisa melihat langsung dan lebih yakin dengan pilihannya,” ujar Dwi.

Tomoland menghadirkan produk properti untuk kebutuhan hunian maupun investasi. Rumah kost menjadi salah satu fokus pengembangan, khususnya bagi konsumen yang mempertimbangkan peluang pasar sewa di Malang.

Dalam memilih rumah kost, lokasi menjadi salah satu faktor penting. Kawasan dengan aktivitas pendidikan, misalnya, memiliki karakter pasar yang berbeda karena keberadaan mahasiswa turut membentuk kebutuhan hunian di sekitarnya.

Meski demikian, calon investor tetap perlu melihat proyek secara menyeluruh. Lokasi yang menarik belum tentu sesuai apabila akses, legalitas, konsep bangunan, maupun target penyewa tidak sejalan dengan rencana investasi.

Di sisi lain, Tomoland juga menyediakan pilihan rumah tinggal bagi konsumen yang membutuhkan hunian untuk pribadi maupun keluarga. Konsultasi dapat dimulai dengan memahami kebutuhan, kemampuan finansial, serta tujuan pembelian sebelum menentukan pilihan properti.

Menurut Dwi, konsultasi dengan calon konsumen tidak harus langsung berujung pada pembelian unit. Proses tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membahas kebutuhan, tujuan pembelian, kemampuan finansial, hingga karakter lokasi yang diinginkan.

Survei lokasi kemudian menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang diterima sesuai dengan kondisi di lapangan. Calon pembeli dapat melihat akses, lingkungan sekitar, pembagian ruang, serta memperoleh penjelasan lebih detail mengenai properti yang dipertimbangkan.

Pada akhirnya, properti yang sesuai tidak selalu berarti yang paling besar atau paling murah. Legalitas, lokasi, akses, kebutuhan ruang, tujuan pembelian, potensi pasar, dan keterbukaan informasi pengembang perlu menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Untuk informasi pilihan properti Tomoland, ketersediaan unit, serta jadwal survei atau kunjungan show unit, masyarakat dapat menghubungi tim Tomoland melalui WhatsApp 0821-4212-5500. (aw)

Editor : Indra Andi
tomoland hunian baru properti