MALANG KOTA - ”(Gara-gara) bensin Mas,” terang laki-laki yang menjadi salah satu korban kebakaran di warung Madura yang berlokasi di Ruko Jalan Raya Tidar Nomor 2C, Kecamatan Klojen, kemarin pagi sekitar pukul 08.30. Sebagian tangan dan kakinya tampak terbakar. Wajahnya juga ikut terimbas.
Tetangga sebelahnya ikut membantu mengevakuasi. Sambil menahan sakit, dia sempat menjelaskan upayanya menghindar dari kobaran api. ”Saya pecahkan jendela dan lompat dari lantai dua. Karena lantai satu sudah tertutup api,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang.
Berhasil keluar dari kobaran api, dia langsung bergegas menuju pelataran rumah tetangganya. Beberapa menit berselang, petugas datang dan langsung memberi perawatan kepadanya. Sayangnya, salah satu rekannya tak selamat dari kebakaran tersebut. Korban meninggal bernama Ainun Sobrie Habibie, 20, warga Kabupaten Situbondo.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, korban meninggal juga penjual di warung Madura itu. ”Jadi di warung itu sistemnya shift. Nah, yang meninggal dunia bertugas shift malam dan saat kejadian sedang tidur,” sebut Pandu.
Korban diduga sempat berupaya mencari jalan keluar. Dia akhirnya bersembunyi di kamar mandi. Namun nahas, dia tetap terimbas api dan akhirnya meninggal dunia.
”Ceritanya, penjual yang shift pagi sedang membuat mie. Lalu tersenggol jeriken bensin. Jeriken itu meleleh dan menyebabkan kebakaran,” jelasnya.
Penjual yang bertugas shift pagi bisa diselamatkan. Dia langsung dievakuasi untuk mendapat perawatan di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pandu belum menyimpulkan luka bakar yang dialami penjual itu.
Selain korban jiwa, timbul kerusakan. Paling parah pada warung madura yang ludes terbakar. Sementara toko roti di sebelahnya terimbas kepulan asap. Penginapan di sebelahnya juga mengalami pecah kaca. Sampai kemarin sore estimasi kerugian belum bisa diperkirakan.
Laras, salah satu saksi mata kebakaran itu mengaku mendengar beberapa ledakan. ”Ledakan pertama tidak terlalu keras (suaranya). Ledakan kedua, ketiga, dan seterusnya itu yang bunyinya lebih keras. Sampai terasa ada getaran di tempat saya,” cerita pegawai di salah satu toko tak yang tak jauh dari lokasi kebakaran.
Proses pemadaman menggunakan sekitar 32 ribu liter air. Tidak ada kendala dalam proses pemadaman. Sebab, pemadaman bekerja sama dengan lintas sektor seperti kepolisian, relawan, TNI, hingga warga setempat. Api akhirnya bisa dipadamkan setelah 120 menit. (bud/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra