SPPG Kena Suspend, Jatah MBG di Kota Malang Sempat Tersendat

Nabila Amelia • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:13 WIB
DISALURKAN LAGI HARI INI: Siswa-siswi SD Negeri Kauman 1 Kota Malang menikmati bekal yang dibawa dari rumah, kemarin (22/9). Itu karena penyaluran MBG sempat berhenti sementara waktu. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)
DISALURKAN LAGI HARI INI: Siswa-siswi SD Negeri Kauman 1 Kota Malang menikmati bekal yang dibawa dari rumah, kemarin (22/9). Itu karena penyaluran MBG sempat berhenti sementara waktu. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sejumlah sekolah berhenti mendapat pasokan makan bergizi gratis (MBG). Ada yang berhenti sejak Juli lalu. Ada pula yang baru berhenti pada September ini.

Belum bisa dipastikan penyebab pasti berhentinya penyaluran MBG. Salah satu wali murid yang bernama Nina (bukan nama sebenarnya) mengaku kalau penyaluran MBG di sekolah anaknya dihentikan sejak 15 September sampai sekarang. 

Anak Nina bersekolah di sebuah sekolah swasta di Kelurahan Blimbing. Sebelum dihentikan, pihak sekolah sempat memberi pengumuman.

”Bunyinya, sesuai dengan pemberitahuan yang diterima dari SPPG, anak-anak tidak menerima MBG untuk sementara waktu hingga ada pengumuman lebih lanjut,” kata dia saat dikonfirmasi.

Nina sempat mengecek SPPG yang menjadi penyalur MBG di sekolah anaknya. ”Di Instagram ternyata masih menyalurkan MBG, tapi tidak sebanyak sebelumnya. Hanya sekitar 200-an porsi,” sambungnya. Selama menerima MBG, lanjut Nina, tidak ada temuan yang aneh. 

Pihak sekolah juga rutin memberikan pengawasan. Dari segi menu, Nina menilai sudah layak. Dia menduga karena pengaruh antara jarak sekolah yang dekat dengan SPPG. Hanya saja, anak Nina memang sedikit kesulitan mengonsumsi protein hewani.

Di samping itu, porsinya dirasa terlalu banyak bagi anak Nina. Menu yang biasanya dihabiskan oleh anaknya berupa kentang goreng, lontong, dan menu-menu yang dirasa cocok. ”Kami juga sempat berkunjung ke dapur SPPG untuk melihat operasional. Kondisinya normal dan bersih,” terang Nina. 

Dia berpendapat, mulai pengolahan, penyaluran, hingga sterilisasi ompreng dilakukan dengan baik. Pembagian makanan juga dibagi beberapa sesi. Sejak MBG dihentikan, Nina memberikan bekal kepada anaknya. Namun hal itu tidak menjadi masalah. 

Dia bahkan mendukung agar MBG dihentikan. ”Lebih baik dananya dialihkan ke pendidikan atau kebutuhan lain,” tegasnya. Selain di sekolah anak Nina, MBG juga sempat dihentikan di SD Negeri Kauman 1. Itu dilakukan sejak adanya insiden keracunan pada akhir Juli lalu.

Menurut Kepala SD Negeri Kauman 1 Sentot Hariyanto, pihaknya sempat mendapat informasi bahwa SPPG Sukoharjo sebagai penyalur MBG sempat di-suspend.

”Lalu kami komunikasi lagi pada 9 September dengan SPPG. Kami bertanya apakah MBG masih berlangsung atau tidak,” tuturnya.

Namun ternyata dibutuhkan komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Kemudian, pihak sekolah sempat menyebarkan kuesioner kepada 500 siswa yang menjadi penerima manfaat. Sebanyak 20 persen menyatakan tidak setuju menerima MBG lagi.

Selebihnya masih mau menerima MBG. Mereka juga berharap agar SPPG memperbaiki kualitas pengolahan makanan. Lalu pihak sekolah kembali mendapat informasi bahwa MBG akan disalurkan. ”Besok (hari ini), SPPG akan kembali menyalurkan MBG,” sebut Sentot.

Selain SD Negeri Kauman 1, penyaluran MBG sempat berhenti sementara di kalangan 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Tepatnya di Kelurahan Pandanwangi. Alicia (bukan nama sebenarnya) menyampaikan bahwa penyaluran MBG untuk 3B di Kelurahan Pandanwangi sempat dihentikan sementara. 

”Dihentikannya dari 14 September sampai 20 September. Tapi sejak 21 September dilanjutkan lagi,” tuturnya. Alicia menambahkan, sejauh ini tidak ada menu yang bermasalah. Penyaluran MBG di tempatnya hanya sempat berhenti sementara waktu.

Laporan penonaktifan penyaluran MBG itu telah diterima Pemkot Malang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Slamet Husnan menyampaikan, penghentian sementara program tersebut dilakukan karena SPPG yang melayani tengah di-suspend. Bukan karena ada sekolah yang menolak program MBG. 

”Laporan dari koordinator wilayah SPPG, SD Kauman 1 akan mendapatkan lagi MBG besok (hari ini),” terang Slamet. Sedangkan untuk dua sekolah lainnya di Kecamatan Blimbing masih belum diketahui kapan distribusi MBG berjalan normal.

Slamet menerangkan, penyaluran bisa kembali normal setelah SPPG di wilayah tersebut mengantongi rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Dia menekankan, keputusan rekomendasi itu berada di tangan pemerintah pusat. ”Pemkot Malang hanya berwenang memberi rekomendasi SLHS. Untuk keputusan suspend dan pembukaan kembali SPPG di BGN,” jelasnya. (mel/adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
mbg kota malang sppg kena suspend problem mbg kota malang malang hari ini Mbg