Mulai Antisipasi Potensi PMK, Dispangtan Salurkan 1.190 Dosis Vaksin

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB
BERTAHAP: Petugas Dispangtan Kota Malang melakukan vaksinasi PMK ke sapi milik salah satu peternak pekan lalu. DISPANGTAN KOTA MALANG FOR RADAR MALANG
BERTAHAP: Petugas Dispangtan Kota Malang melakukan vaksinasi PMK ke sapi milik salah satu peternak pekan lalu. DISPANGTAN KOTA MALANG FOR RADAR MALANG

 MALANG KOTA –RADAR MALANG- Kewaspadaan terkait potensi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus ditingkatkan di Kota Malang. Kendati masih aman, langkah-langkah pencegahan mulai dilakukan. Salah satunya, dengan menyalurkan vaksin untuk hewan ternak sebagai penunjang kesehatan dan meningkatkan kekebalan dari virus penyebab PMK.

 Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi mengatakan, pihaknya rutin mendistribusikan vaksin dari Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jatim. Proses tersebut sudah dilakukan sejak tahun lalu. Pada tahun 2025 lalu, ada sebanyak 2.500 dosis vaksin yang didistribusikan.

 Kemudian pada tahun 2026, pendistribusian vaksin sudah dilakukan sejak awal tahun. Mulai dari Januari sampai Mei, ada 1.000 dosis vaksin yang sudah didistribusikan ke sejumlah peternak. ”Lalu kami dapat tambahan vaksin PMK sebanyak 500 dosis. Jadi total vaksin yang diterima sebanyak 1.500 dosis,” sebut Slamet kepada wartawan koran ini.

 Namun, vaksin tambahan itu belum semua terdistribusikan ke peternak. Akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, sampai tanggal 15 September yang terdistribusikan sebesar 70 persen. ”Angka itu setara dengan 1.190 dosis (dari total 1.700 vaksin),” sambung pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

 Slamet melanjutkan, ada satu lokasi yang menjadi sasaran terakhir pendistribusian vaksin. Yakni kawasan Sanan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Namun, kecamatan-kecamatan lain tetap mendapat distribusi vaksin. Kecuali di Kecamatan Klojen yang tidak terdapat peternak dan hewan ternak.

 Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang drh Anton Pramujiono menyampaikan, upaya pencegahan PMK tidak hanya dengan vaksin. Namun juga menjaga kondisi hewan ternak supaya tetap dalam kondisi yang sehat.

 Di samping itu, peternak juga harus mengetahui bagaimana perilaku sapi. Salah satunya, mewaspadai sejumlah gejala yang berkaitan dengan PMK. ”Kalau ditemukan gejala seperti demam tinggi, luka pada kuku dan mulut, nafsu makan menurun, kelelahan, keluarnya air liur secara berlebih, hingga kuku yang terlepas sebaiknya segera laporkan pada kami,” tegas Anton.

 Tujuannya, supaya segera bisa mendapat pengobatan. Lalu penting untuk memberikan nutrisi yang cukup demi menjaga imun hewan ternak. Anton menyarankan, agar hewan ternak yang terjangkit tidak dijadikan satu kandang dengan hewan ternak yang sehat. Alasannya, PMK berpotensi menular ke hewan ternak lain. (mel/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
pmk kota malang Vaksin dispangtan kota malang penyakit mulut dan kuku (PMK)