MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kasus kebakaran yang terjadi bulan ini lebih banyak dibanding periode-periode sebelumnya. Mulai 1 sampai 23 September, tercatat ada 40 kejadian yang ditangani UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, dalam sehari bisa lebih dari satu kejadian. Seperti yang berlangsung Selasa lalu (22/9). ”Saat itu ada 4 kejadian kebakaran,” kata dia.
Jika dirinci, ada kebakaran di Kelurahan Merjosari. Selain itu di Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Gading Kasri, dan Kelurahan Tunggulwulung. Selanjutnya kemarin (23/9) terjadi kebakaran di dua lokasi.
Meliputi kebakaran di Kelurahan Arjowinangun dan Kelurahan Tlogomas. Semuanya terjadi di lahan kosong. Diduga karena pembakaran sampah.
Pandu melanjutkan, jumlah kebakaran selama September ini melonjak dibanding bulan-bulan sebelumnya. ”Untuk Juni ada 7 kasus. Lalu Juli ada 22 kasus, Agustus 28 kasus, dan September sebanyak 40 kasus,” sambung dia.
Menurut Pandu, peningkatan kejadian kebakaran salah satunya dipengaruhi oleh cuaca kemarau kering dan angin kencang. Dia pun memberikan imbauan kepada masyarakat.
”Misalnya tidak boleh membakar sampah secara sengaja. Karena di kondisi sekarang membuat api mudah menyebar,” terangnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran memang banyak terjadi di lahan kosong. Selain itu juga di tumpukan sampah dan lahan bambu.
Di samping pembakaran sampah secara sengaja, ada imbauan lain yang disampaikan Pandu. Yakni rutin memeriksa regulator dan selang gas hingga instalasi listrik di rumah sebelum meninggalkan rumah. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra