Cicilan Rumah di Malang Mulai Rp3 Jutaan, Calon Pembeli Perlu Hitung Biaya Lain

Indra Andi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi Grand Avenue Sukun
Ilustrasi Grand Avenue Sukun

 

MALANG  – Pertanyaan mengenai berapa cicilan rumah di Malang kerap menjadi pertimbangan awal bagi masyarakat yang ingin membeli hunian. Namun, calon pembeli disarankan tidak hanya menghitung angsuran, tetapi juga mempertimbangkan pengeluaran setelah rumah ditempati.

Besaran cicilan rumah dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga unit, uang muka (DP), tenor, hingga skema pembiayaan. Karena itu, simulasi cicilan perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing calon pembeli.

Selain angsuran, pengeluaran rutin seperti listrik, air, internet, transportasi, pendidikan, hingga kebutuhan keluarga juga perlu diperhitungkan. Begitu pula biaya furnitur, perlengkapan rumah, dan perawatan yang biasanya muncul setelah hunian mulai ditempati.

Malik, Sales Tomoland, mengatakan calon konsumen juga perlu mempertimbangkan aktivitas sehari-hari setelah membeli rumah.

“Kadang calon konsumen awalnya fokus mencari cicilan yang paling sesuai. Setelah ngobrol lebih jauh, mereka mulai menghitung juga aktivitas setelah pindah, misalnya perjalanan ke tempat kerja atau belanja kebutuhan sehari-hari. Jadi menurut saya, cicilan memang penting, tapi rumah yang dipilih juga harus nyaman dijalani setiap hari,” ujar Malik.

Menurutnya, lokasi dan akses menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan hunian. Rumah dengan akses yang lebih mudah ke tempat kerja maupun kebutuhan harian dapat membantu penghuni menjalani aktivitas dengan lebih praktis.

Salah satu pilihan hunian yang dikembangkan Tomoland adalah Grand Avenue Sukun. Proyek ini menyasar pembeli rumah pertama, keluarga muda, dan pekerja, dengan pilihan cicilan mulai Rp3 jutaan per bulan.

Besaran cicilan tersebut tetap bergantung pada tipe unit, uang muka, tenor, serta skema pembiayaan yang dipilih. Calon pembeli disarankan meminta simulasi sesuai kondisi keuangan masing-masing.

Grand Avenue Sukun juga memiliki akses menuju sejumlah pusat kebutuhan harian, di antaranya Indogrosir dan Superindo Sukun. Akses tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi calon penghuni dalam memperhitungkan rutinitas dan biaya setelah menempati rumah.

“Kalau sudah datang ke lokasi, biasanya konsumen lebih mudah membayangkan rutinitasnya nanti. Bisa lihat lingkungan, akses keluar masuk, sampai kebutuhan sehari-hari yang ada di sekitar. Dari situ keputusan membeli rumah biasanya jadi lebih matang karena yang dilihat bukan cuma angkanya,” tambah Malik.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya melakukan simulasi pembiayaan sekaligus survei lokasi sebelum menentukan pilihan. Dengan begitu, keputusan membeli rumah tidak hanya berdasarkan besaran cicilan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan, lokasi, akses, dan kebutuhan sehari-hari.

Untuk informasi unit dan survei lokasi Grand Avenue Sukun, masyarakat dapat menghubungi tim Tomoland melalui WhatsApp 0821-4212-5500. (aw)

Editor : Indra Andi
Grand Avenue Sukun tomoland hunian baru