Rencanakan Penambahan Jumlah Angkutan Penumpang, dari 12 Feeder Jadi 18 Armada  

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:00 WIB
DIPERSIAPKAN: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di Jalan Kertanegara, beberapa waktu lalu. Rencana program feeder atau angkutan pengumpan mulai dibahas pemprov dan pemkot. (Darmono/Radar Malang)
DIPERSIAPKAN: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di Jalan Kertanegara, beberapa waktu lalu. Rencana program feeder atau angkutan pengumpan mulai dibahas pemprov dan pemkot. (Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kebutuhan operasional Bus Trans Jatim di koridor dua terus dilengkapi. Selain rute, titik henti, dan sumber daya manusia (SDM), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim juga menyediakan angkutan penumpang atau feeder. Jumlahnya akan ditambah dari rencana awal.

 Berdasar informasi diterima wartawan koran ini, jumlahnya akan ditambah menjadi 18 armada. Kepala Seksi Angkutan Dishub Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, semula dishub memfasilitasi sebanyak 12 armada angkutan penumpang. Namun, ada permintaan dari Pemkot Malang untuk ditambah jumlahnya.

 ”Pak Wali (Wali Kota Wahyu Hidayat) lewat Dishub Kota Malang meminta tambahan armada sehingga rencananya ada 18 feeder,” kata Cito. Untuk spesifikasi angkutan penumpang itu tak ada permintaan khusus. Jenisnya, masih sama dengan rencana awal, feeder  merupakan kendaraan carry.

 Cito menjabarkan, setiap feeder diproyeksikan bisa mengangkut antara enam sampai delapan orang. Operasional feeder dijadwalkan bersamaan dengan Bus Trans Jatim koridor dua.

 ”Harapan kami, start operasionalnya bersamaan, tapi kalau nutut. Karena feeder kan sebenarnya buka program utama,” sambung Cito. Sebagai informasi, feeder dihadirkan untuk menunjang operasional Bus Trans Jatim koridor dua. Calon penumpang bisa menggunakan moda transportasi untuk menuju tempat pemberhentian atau untuk mengangkut penumpang Bus Trans Jatim koridor dua.

 Pengadaan feeder merupakan stimulus dari Pemprov Jatim. Pada tahap awal, pengadaannya menggunakan anggaran Pemprov. Namun untuk selanjutnya, operasionalnya mengandalkan APBD Kota Malang.

 Dengan demikian, pengemudi yang trayeknya terdampak atau berimpitan dengan Bus Trans Jatim tetap bisa terakomodasi. Selain itu, menjadi penghubung bagi penumpang-penumpang yang bertempat tinggal di jalan kecil dan tidak bisa dimasuki bus.

 Kendati demikian, pihaknya belum menentukan trayek untuk feeder. Sebab Dishub Provinsi Jatim masih perlu berkoordinasi dengan dishub dan paguyuban angkot di Kota Malang.

Di tempat terpisah, Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra membenarkan, bahwa pemkot meminta tambahan armada feeder. Namun, pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut.

 ”Pak wali ingin agar armadanya lebih banyak. Dengan harapan bisa mengakomodasi masyarakat secara luas,” tegas Jaya. Di samping itu, membuka peluang bagi sopir-sopir angkot yang trayeknya terdampak Bus Trans Jatim koridor dua. Mereka dilihat bisa menjadi sopir-sopir bus maupun petugas feeder. (mel/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
feeder bus trans jatim bus trans jatim koridor 2 feeder angkot