MALANG KOTA- Animo pengunjung mengikuti kegiatan petik atau panen melon di RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari (Kampung Semar) cukup tinggi. Kemarin, sebanyak 350 buah melon ludes dalam dua jam. Pengunjung juga ada yang berasal dari luar kota.
Ketua RT 06 RW 02 Edi Sugianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan panen kedua selama 2026. Kampung Semar mengembangkan pertanian melon dengan greenhouse baru tahun ini. ”Panen pertama itu dua jam sudah ludes. Panen kedua juga sama,” ucapnya.
Baca Juga: Kampung Semar di Kelurahan Arjosari Seriusi Pertanian Perkotaan
Menurutnya, Kampung Semar mengembangkan dua jenis melon. Di antaranya, sweet lavender dan intanon. Agar semua pengunjung kebagian, pihaknya membatasi jumlah pembelian. Satu orang hanya boleh membawa pulang dua buah melon. Per kilogramnya dibanderol Rp 25 ribu, lebih murah dibandingkan di supermarket sekitar Rp35 ribu.
”Kami beri murah karena perkenalan dulu, agar mereka bisa kembali ke sini nantinya,” tutur Edi. Pengunjung paling jauh berasal dari Pasuruan. Meskipun dari luar kota, mereka tetap tidak bisa membeli dalam jumlah banyak. Pengunjung itu hanya membawa pulang lima buah saja.
Ke depan, rencananya akan dilakukan per luasan lahan, agar saat panen tidak cepat habis. Selain sebagai sarana rekreasi, panen melon ini bertujuan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Kekurangan lahan tak menjadi alasan dalam mengembangkan pertanian.
Baca Juga: Segudang Manfaat Buah Melon bagi Kesehatan Tubuh
Salah satu pengunjung Erika Saskia menuturkan, ada pengalaman baru saat panen melon di Kampung Semar. Karena tak hanya memilih, tapi pengunjung bisa memetik buah secara langsung. ”
Awalnya penasaran karena di sini katanya melon lebih manis dibanding pasar,” terangnya. Dia membawa pulang dua buah sesuai aturan. Setelah memetik secara langsung, kemudian melon itu ditimbang. ”Tadi totalnya satu kilogram lebih. Saya membayar Rp 27 ribu,” pungkas Erika.
Editor : Aditya N. Rian