MALANG – Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) Cabang Kota Malang menggelar bakti sosial bertajuk Glow Up & Grow Up: Peduli Stunting di Kampung Warna Warni, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (27/9).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai pemeriksaan kesehatan, konsultasi stunting dan gizi, pemeriksaan gigi dan mata, pemeriksaan laboratorium hingga layanan perizinan usaha dan ketenagakerjaan.
Bakti sosial yang diprakarsai PKFI Kota Malang itu dipimpin Ketua Pelaksana Dr. dr. Farida Rusnianah, M.Kes., Sp.KKLP(K). Kegiatan ini didukung Dinas Kesehatan Kota Malang, IDI Cabang Malang Raya, PDSKKI Wilayah Jawa Timur, PPNI, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Apel Prima, dan Persatuan Dokter Estetik Malang (PERDESMA).
Farida mengatakan, penanganan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat bukan hanya tugas satu pihak. Dukungan dari FK Universitas Brawijaya dan PDSKKI Wilayah Jawa Timur menjadi kekuatan besar bagi kami untuk menghadirkan layanan yang lebih menyeluruh bagi warga,” ujarnya.
Penasehat kegiatan Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., Sp.KKLP., turut hadir meninjau pos penyuluhan stunting di Balai RW. Ia juga berdialog dengan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Beragam Layanan Kesehatan
Warga yang mengikuti kegiatan terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan skrining untuk mendapatkan kartu pemeriksaan sesuai kebutuhan. Selanjutnya, warga diarahkan ke sejumlah pos layanan berdasarkan warna kartu.
Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, konsultasi stunting dan gizi, TAF (Topical Application Fluoride) atau imunisasi gigi, pemeriksaan mata, konsultasi kulit dan wajah, pemeriksaan laboratorium untuk gula darah, asam urat dan kolesterol, serta pengambilan obat di pos apotek.
Pos pemeriksaan gigi menjadi salah satu layanan yang ramai dikunjungi. Selain pemeriksaan gigi dan mulut bagi orang dewasa, tersedia TAF bagi anak usia sekolah dasar sebagai upaya pencegahan kerusakan gigi sejak dini.
Panitia juga membuka pos penyuluhan stunting di Balai RW untuk memberikan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Bagi warga yang tidak dapat datang ke lokasi, panitia menyediakan layanan home care. Layanan tersebut dilakukan tim dr. Luhung bersama bidan Erma dari Puskesmas Kendal Kerep dengan pendampingan kader Posyandu setempat.
Disnaker PMPTSP Buka Layanan Perizinan
Tak hanya layanan kesehatan, Disnaker PMPTSP Kota Malang turut membuka layanan publik bagi warga Kampung Warna Warni.
Layanan tersebut mencakup informasi lowongan kerja, konsultasi perizinan usaha dan UMKM, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pengembangan UMKM, layanan ketenagakerjaan, serta informasi program pemerintah.
Seluruh layanan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Farida mengatakan, kehadiran layanan publik tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin warga tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sejahtera secara ekonomi. Karena itu kami sangat mengapresiasi Disnaker PMPTSP yang bersedia hadir langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Laboratorium UB Edukasi Kalibrasi Alat Kesehatan
Di sela kegiatan, Laboratorium Kalibrasi Universitas Brawijaya memberikan demonstrasi kepada dokter dan pemilik klinik anggota PKFI Kota Malang.
Kegiatan tersebut memberikan edukasi mengenai pentingnya kalibrasi alat kesehatan sebagai bagian dari pemenuhan standar mutu pelayanan di fasilitas kesehatan primer. Demonstrasi sekaligus memperkenalkan layanan kalibrasi yang dapat dimanfaatkan klinik anggota PKFI Kota Malang.
Sementara itu, Persatuan Dokter Estetik Malang (PERDESMA) menghadirkan pemeriksaan skin analyser secara gratis bagi warga untuk mengetahui kondisi kulit wajah.
Layanan tersebut diinisiasi dr. Beni Lukandar, M.H.Kes., yang akrab disapa Dokben. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari konsep Glow Up dalam kegiatan bakti sosial.
Melalui kolaborasi sektor kesehatan, perguruan tinggi dan pelayanan publik, kegiatan Glow Up & Grow Up diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kota Malang. (aw)
Editor : Indra Andi