MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) segera memiliki wajah baru. Pengerjaan trotoar sepanjang 1,3 kilometer ditarget rampung pada akhir tahun. Itu merupakan pembangunan lanjutan setelah proyek drainase tahun 2025 lalu.
Pengerjaan trotoar dimulai dari sisi selatan, tepatnya di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Dari titik tersebut bakal berlanjut sampai Jalan Simpang Candi Panggung. Lokasi itu merupakan titik awal dan titik terakhir pengerjaan drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, pengerjaan trotoar sudah sesuai dengan rencana awal. Sebab saat pembangunan drainase 2025 lalu, trotoar lama harus dibongkar.
Pembongkaran untuk menyesuaikan lebar drainase yang baru. Setelah pengerjaan drainase, pembangunan trotoar menjadi tahapan selanjutnya penataan kawasan Soehat. ”Diperkirakan selesai paling lambat Desember,” tutur dia.
Trotoar itu dibangun untuk memfasilitasi masyarakat yang berjalan kaki di sepanjang koridor. Sebab, kawasan itu menjadi salah satu jalur lalu lintas padat di Kota Malang. Karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan dan berdekatan dengan kampus.
”Harapan kami bisa digunakan pejalan kaki, tidak untuk parkir kendaraan,” tegas Dandung. Berbeda dengan drainase, pengerjaan trotoar relatif tidak mengganggu arus kendaraan. Sebab prosesnya tidak sampai memerlukan penutupan jalan.
Dandung menambahkan, Pemkot Malang tidak terlibat sebagai pelaksana langsung proyek tersebut. Kewenangan pengerjaan sepenuhnya di tangan Pemprov Jatim.
”Sama seperti drainase, anggaran pembangunan trotoar dari provinsi. Kami hanya menerima,” ucap pria yang saat ini menjabat sebagai Pj Sekda itu.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi memberikan catatan terkait penataan Soehat. Pedestrian itu berpotensi sebagai lahan parkir liar. Sebab, selama ini fenomena itu sudah terjadi.
Sehingga pihaknya mendorong ditingkatkannya penindakan parkir liar di Soehat.
Atau, Pemkot Malang bisa melakukan pembangunan gedung parkir. Seperti di koridor Kajoetangan. ”Ruko di Soehat banyak yang belum memiliki ruang parkir. Ketika semakin padat, itu akan menjadi masalah,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra