MALANG KOTA, RADAR MALANG - Masa pinjam pakai lahan untuk tiga sekolah di bawah Pemkot Malang bakal habis pada April 2027. Ketiganya yakni SMPN 4 Malang, SDN Sumbersari 3, dan SDN Percobaan 1. Seperti banyak diketahui, bangunan ketiga sekolah itu berdiri di lahan milik Universitas Negeri Malang (UM).
Ada satu sekolah lagi yang berada di atas lahan UM, yakni SMAN 8 Kota Malang. Namun kewenangannya berada di bawah Pemprov Jatim.
”Sampai sekarang belum ada perjanjian lagi (untuk pinjam pakai lahan). Nanti akan kami tindak lanjuti, menunggu arahan dari Pak Wali Kota,” ujar Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim.
Dia menjelaskan, masa pinjam pakai lahan UM untuk tiga sekolah sebelumnya berakhir pada Februari 2026. Namun, Pemkot Malang dan pihak UM menyepakati perpanjangan masa pinjam pakai. Sehingga sekolah-sekolah tersebut dapat beroperasi di Lokasi yang sama pada tahun ini.
”Kesepakatan kemarin diperpanjang hingga April 2027,” imbuh Adhim.
Dia menyebut ada kemungkinan kerja sama Kembali diperpanjang. Namun, disdikbud belum bisa memastikan pembahasan mengenai perpanjangan itu. Atau, seperti apa skema yang akan ditempuh Pemkot Malang.
Pemkot Malang juga mempersiapkan opsi Pembangunan sekolah baru. Itu bila kerja sama pemanfaatan lahan UM tidak dilanjutkan. Adhim menyebut, Pembangunan sekolah baru menjadi kebutuhan yang mendesak untuk memastikan kelanjutan SDN Sumbersari 3, SMPN 4, dan SDN Percobaan 1.
Namun, lanjut Adhim, Pembangunan sekolah baru belum dipandang sebagai Solusi dalam waktu dekat. Pemkot perlu menyiapkan pendanaan jika opsi membangun fasilitas sekolah di lokasi baru dipilih. ”Pembangunan itu kan perlu dana. Kami belum ada dana untuk pembangunan sekolah baru,” jelas dia.
Di sisi lain, perlu dilihat keberadaan tiga sekolah itu dari sisi kebutuhan masyarakat. Keberadaan ketiga sekolah tersebut masih mendapatkan respons positif. Terutama saat penerimaan siswa baru dengan skema zonasi.
Adhim memastikan, animo Masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di tiga sekolah tersebut hingga tahun ajaran 2026/2027 masih tinggi. ”Perlu dipikirkan nanti jika dipindah, dampak Masyarakat yang sebelumnya memanfaatkan tiga sekolah seperti apa,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang