Keterisian Kamar Hotel di Kota Malang  42,68 Persen, Turun 5,34 Poin Dibandingkan Juli

Antik Widaya Gita Asmara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:00 WIB
KONTRIBUSI: Sektor perhotelan jadi salah satu penyumbang PAD.
KONTRIBUSI: Sektor perhotelan jadi salah satu penyumbang PAD.

 MALANG KOTA –RADAR MALANG-Tingkat keterisian kamar hotel tercatat sebesar 42,68 persen sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut turun 5,34 poin dibandingkan Juli 2026. Penurunan terjadi pada hotel bintang maupun hotel nonbintang.

 Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis 1 Oktober menunjukkan, keterisian kamar hotel bintang pada Agustus mencapai 52,61 persen. Angka itu turun 7,62 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

 Sementara itu, tingkat keterisian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya berada di angka 32,84 persen. Dibanding pada bulan Juli lalu, angka tersebut turun 2,91 poin.

 Dengan capaian 42,68 persen secara keseluruhan, tingkat keterisian kamar hotel di Kota Malang pada Agustus belum mencapai separo dari kapasitas kamar yang tersedia. Kondisi itu tercatat bersamaan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara yang ke Kota Malang.

 BPS mencatat wisatawan Nusantara tujuan Kota Malang mencapai 932 ribu kunjungan selama Agustus 2026. Jumlah tersebut turun 0,31 persen dibandingkan Juli 2026. Sementara wisatawan Nusantara asal Kota Malang mencapai 872 ribu kunjungan atau turun 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

 Dari sisi lama menginap, rata-rata tamu hotel di Kota Malang tercatat 1,31 hari. Angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata menginap di hotel Jawa Timur lain yang mencapai 1,22 hari, tetapi masih di bawah rata-rata nasional sebesar 1,50 hari.

 Komposisi tamu hotel juga masih didominasi wisatawan Nusantara. Pada hotel bintang misalnya, wisatawan Nusantara mencapai 93,89 persen dari total tamu. Sedangkan pada hotel nonbintang, porsinya mencapai 98,79 persen.

Data itu menunjukkan aktivitas kunjungan wisatawan pada Agustus belum diikuti peningkatan keterisian kamar hotel dibanding bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap masih 1,31 hari. Itu menjadi bagian dari gambaran pola kunjungan wisatawan di Kota Malang.

 Ketua Tim Jasa Pariwisata BPS Kota Malang Saras Wati Utami, penurunan tingkat keterisian hotel pada Agustus salah satunya dipengaruhi berakhirnya periode libur sekolah. Pada Juli, aktivitas perjalanan masyarakat masih tinggi karena masih berada dalam masa liburan sekolah. ”Juli masih kena libur tahun ajaran baru, itu yang menyebabkan Agustus lebih rendah,” ujarnya.

 Selain dipengaruhi berakhirnya masa libur sekolah, masyarakat cenderung tidak langsung melakukan perjalanan kembali setelah menghabiskan waktu berlibur di bulan sebelumnya. ”Karena sebelumnya sudah liburan panjang, sekarang kembali ke rutinitasnya lagi,” jelasnya. (wb1/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
keterisian kamar hotel hotel bintang 5 hotel di kota malang