Sampah Makanan Capai 300 Ton per Hari, Pemkot Ajak Masyarakat Sulap Jadi Pupuk

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:21 WIB
Ilustrasi Sampah
Ilustrasi Sampah

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sampah makanan menjadi persoalan besar di Kota Malang. Pemkot Malang mencatat sampah pangan sedikitnya mencapai 300 ton setiap hari. Untuk mengurangi itu, masyarakat diimbau melakukan pengolahan limbah seperti contoh menjadi makan ternak atau pupuk.

Banyaknya limbah makanan ini disebabkan Kota Malang merupakan salah satu kota tujuan wisata. Hal itu membuat jumlah tempat kuliner cukup banyak. Sisa-sisa makanan dari tempat kuliner ini memberi pengaruh terhadap jumlah sampah makanan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang Elfiatur Roikhah mengatakan, sisa makanan yang terbuang tidak cukup hanya dipandang sebagai persoalan sampah. Dispangtan mendorong sisa pangan kembali masuk dalam siklus produksi melalui pengolahan menjadi pupuk organik hingga pakan ikan dan ternak.

“Pemanfaatan kembali sisa pangan menjadi bagian dari pendekatan ekonomi sirkular,” tuturnya. Ekonomi sirkular adalah pendekatan sistem ekonomi yang bertujuan untuk memaksimalkan umur pakai produk, komponen, dan material, serta menghilangkan limbah dan pencemaran.

Elfiatur mengatakan, konsep tersebut tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan pangan. Tetapi juga bagaimana sisa dari proses konsumsi dapat digunakan kembali. Sisa pangan yang masih dapat dimanfaatkan, menurutnya, bisa diolah menjadi sarana untuk mendukung produksi berikutnya. Dengan pola tersebut, rantai pangan tidak langsung berakhir ketika makanan selesai dikonsumsi.

“Pendekatan ekonomi sirkular sudah dijalankan melalui kelompok urban farming. Total 115 kelompok urban farming yang tersebar di 57 kelurahan,” jelas Efiatur. Kelompok-kelompok tersebut diarahkan tidak hanya menghasilkan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan, tetapi juga memanfaatkan kembali limbah organik.

Saat ini produksi dari urban farming mencapai sekitar 150 ton dalam setahun. Jumlah tersebut diakuinya masih relatif kecil. Meski demikian, keberadaan mereka bisa mengurangi sampah makanan. Dari pupuk yang dibuat dari limbah pangan, pertanian urban farming dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga anggota dan masyarakat sekitar.

 

 

Editor : Andika Satria Perdana
sampah makanan pengolahan limbah dispangtan kota malang