Konsumsi Harian BBM di Kota Malang Menyentuh 720 Kiloliter

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:00 WIB
MOBILITAS TINGGI: Sejumlah kendaraan melintas di flyover Kota Lama Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun
MOBILITAS TINGGI: Sejumlah kendaraan melintas di flyover Kota Lama Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun

  MALANG KOTA -RADAR MALANG- Sejumlah masyarakat mengeluhkan kekosongan Pertalite di Malang. Kondisi ini kemudian direspons Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Mereka memastikan ketersediaan BBM di Malang tetap terjaga.

 Salah seorang yang mengeluhkan kekosongan Pertalite adalah Abdul Malik. Malik menyebut, beberapa SPBU yang di datangi tidak menyediakan Pertalite. ”Mulai dari SPBU di kawasan Lowokdoro, Kota Malang sampai sekitar Kepanjen pada pukul 09.00 kemarin (9/10) masih kosong untuk stok Pertalite,” ungkap dia.

 Menanggapi kondisi yang terjadi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengelolaan stok dan penyesuaian pola distribusi. ”Penyesuaian merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok BBM secara menyeluruh di Regional Jatimbalinus. Mulai dari sumber pasokan, baik impor maupun kilang, hingga penyaluran ke wilayah operasional,” jelasnya.

 Pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi serta kondisi operasional di lapangan. ”Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” imbuhnya.

 Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Sejak 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam tiga kali pengiriman.

 Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar, sedangkan pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite. Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.

 Selain pengaturan jadwal pengiriman, Fuel Terminal (FT) Malang beroperasi selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM. ”Kami terus mengevaluasi kondisi suplai dan memperkuat koordinasi operasional untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan,” tegas Ahad. (mel/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Konsumsi BBM Pertamina Kota Malang Pertalite