Lingua Franca: Bengkolang

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Bengkolang
Bengkolang

Selain kata sawat, masyarakat Malang familier dengan ungkapan ini. Yaitu kata bengkolang. Ungkapan tersebut memiliki arti melempar sebuah benda.

Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati menerangkan, bengkolang merupakan ungkapan yang berasal dari Bahasa Jawa. Namun kini sudah jarang digunakan untuk percakapan sehari-hari. Masyarakat lebih banyak menggunakan kata sawat.

”Bengkolang memiliki arti melempar benda dengan keras,” ucap Restu.

Kata bengkolang biasa digunakan saat orang tua memarahi anaknya. Ketika anak tidak menurut, bengkolang digunakan sebagai kalimat ancaman seperti contoh ”ndang moleh, ojok dolen tok. Tak benkolang kayu lo (segera pulang, jangan main terus. Saya lempar pakai kayu loh)”.

Di sisi lain, bengkolang tidak hanya digunakan Masyarakat Malang. Kata tersebut juga dipakai warga dialek ngapak di wilayah Jawa Tengah. Di antaranya di Tegal, Brebes, dan Banyumas. Di wilayah itu bengkolang memiliki arti melempar suatu benda atau secara spesifik sebuah kayu.(adk/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
sawat bengkolang melempar sebuah benda lingua