Tangani Volume 1.983 Ton Per Hari
KEPANJEN, RADAR MALANG – Sampah masih menjadi problem serius di Bumi Kanjuruhan. Volume sampah menem bus 1.111 ton per hari. Turun dibandingkan tahun lalu, tapi melonjak drastis dibanding 2024. Tahun ini Pemkab Malang menggelontor Rp 16 miliar untuk mengelola.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mencatat, total tiimbulam atau volume sampah pada 2025 menca pai 1.983 ton per hari. Sekitar 1.093,96 ton di antaranya merupakan sampah rumah tangga.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut mengalami lonjakan drastis. Pada 2024, total sampah yang tercatat hanya 327,86 ton per hari dengan sampah terolah 319,96 ton per hari.
Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman mengatakan, angka timbulan sampah tahun ini diperkirakan berada di bawah 2025. Ber dasarkan estimasi terbaru, produksi sampah Kabupaten Malang mencapai sekitar 1.111 ton per hari.
“Angka tersebut merupakan estimasi timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Malang dalam kondisi saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Afi tersebut.
Baca Juga: Perusahaan Swedia Tertarik Olah Sampah di TPA Supit Urang Malang
Menurut dia, pengelolaan sampah tidak mudah dilakukan karena cakupan wilayah Kabupaten Malang sangat luas. Kondisi itu membuat pelayanan persampahan, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan, membutuhkan dukungan sistem yang memadai.
Selain persoalan wilayah, lanjutnya, pemilahan sampah dari sumber juga masih menjadi pekerjaan rumah. Sampah yang tercampur sejak dari rumah tangga membuat proses pengola han menjadi lebih sulit dan berpotensi menambah beban penanganan.
“Pemilahan dari sumber masih perlu terus ditingkatkan. Ini menjadi salah satu bagian penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan persam pahan secara keseluruhan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Baca Juga: Tim PkM UKWK Gelar Workshop Pemilahan Sampah di TPS 3R Baleasri
Pemkab Malang juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanganan persoalan tersebut. Pada 2026, anggaran yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan mencapai Rp16,02 miliar.
Di lain pihak, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengatakan, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan melalui penambahan fasilitas pengolahan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan persoalan sampah sejak dari sumbernya.
“Memang harus ada edukasi kepada masyarakat. Kesadaran untuk membuang sampah tidak sembarangan itu penting,” kata Tantri.
Selain edukasi, Tantri mendorong pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik, termasuk sampah basah dan kering, perlu dipisahkan sebelum dibuang agar penanganan berikutnya lebih mudah.
“Harapan kami, warga sudah memilah sampah dari rumah. Ketika sudah ada pemilahan, itu bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah,” kata dia.
Dia menambahkan, upaya mengurangi timbulan sampah juga perlu diperkuat melalui keberadaan bank sampah. Menurutnya, langkah tersebut harus berjalan beriringan dengan program pemerintah, sehingga penanganan sampah tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah.
“Semua saling terkait (Pemkab dan maesyarakat). Masyarakat perlu edukasi, tetapi program pemerintah juga harus gayung bersambut dan bersinergi dengan warga,” tegasnya.
Tantri berkomitmen tetap mendukung program DLH dalam menangani persoalan sampah di Kabupaten Malang. Termasuk rencana penambahan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang menurutnya telah disiapkan di Kecamatan Pujon, meski masih perlu dikomunikasikan kembali terkait aset milik kabupaten. (ram/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang