MALANG KOTA, RADAR MALANG – Karakter digital tak sekadar tampil di layar. Dalam workshop anak Petualangan Seru, Jelajah Harum di Wuffyspace Malang, Sabtu (10/10). Sunday dan Bebe bisa menyapa, merespons percakapan, hingga memandu senam bersama peserta. Menariknya, interaksi tersebut melibatkan tim yang bekerja dari tiga kota berbeda.
Inovasi itu dikembangkan MDP (Mulai Dari Pagi) untuk brand parfum anak Papoom. Teknologi yang menggabungkan animasi karakter dan sinkronisasi gerak mulut dengan suara tersebut menghadirkan pengalaman interaktif bagi anak-anak tanpa mengharuskan seluruh tim berada di satu lokasi.
Dalam pelaksanaannya, operator bertugas dari Jakarta, talent pengisi suara berada di Bali, sedangkan peserta mengikuti kegiatan secara langsung di Malang. Ketiganya terhubung melalui Zoom. Pengembangan sistem, mulai dari desain karakter, animasi, hingga integrasi perangkat, dikerjakan tim MDP selama dua minggu.
Owner MDP Aldo Alifanto Maulana mengatakan, teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi anak dan orang tua. Teknologi bukan menjadi pusat perhatian, melainkan sarana untuk membuat kegiatan terasa lebih hidup dan berkesan.
“Sebagai studio, kami ingin memberikan pengalaman yang personal bagi anak dan orang tua. Teknologi kami bawa sebagai sentuhan, bukan pusat perhatian. Harapannya, momen ini masuk ke dalam *core memory* mereka,” ujar Aldo.
Tak hanya menghadirkan karakter digital, MDP juga mengembangkan photobooth kreatif yang menjadikan hasil karya anak sebagai bagian dari kenang-kenangan keluarga.
Dalam sesi Menggambar Aroma, peserta diajak menuangkan aroma yang mereka cium ke dalam bentuk gambar. Karya tersebut kemudian dipindai dan secara otomatis ditempatkan di bagian tengah bingkai foto digital. Anak-anak selanjutnya berfoto bersama orang tua, dengan hasil gambar mereka menjadi bagian dari komposisi foto yang dicetak langsung di lokasi.
Photobooth tersedia dalam dua tema yang menampilkan Sunday, karakter apel, dan Bebe, karakter bunga. Kedua karakter tersebut juga digunakan secara konsisten dalam berbagai elemen kegiatan, mulai dari materi promosi hingga aktivitas peserta.
Menurut Aldo, konsep tersebut berangkat dari keinginan agar karya anak tidak sekadar menjadi bagian dari aktivitas selama acara, tetapi juga memiliki nilai kenangan setelah kegiatan berakhir.
“Anak menggambar dengan sungguh-sungguh, tapi karyanya jarang menjadi kenangan yang melekat lama dalam memori mereka. Begitu acara selesai, kertasnya terlipat di dalam tas, lalu dilupakan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Jenny, salah satu orang tua yang hadir, mengaku terkejut ketika anaknya mengetahui bahwa karakter di layar bisa merespons sapaan secara langsung.
Sementara itu, Anisa Zahra menilai photobooth menjadi pengalaman berbeda karena hasil gambar anak dapat langsung dibawa pulang dalam bentuk foto. Antusiasme juga terlihat dalam permainan berburu harta karun. Yulinar Dwi Nur Azizah menceritakan, anak-anak bersemangat mencari huruf untuk menyelesaikan misi, sementara orang tua ikut membantu memecahkan tantangan.
Ke depan, MDP berencana mengembangkan format aktivasi serupa untuk diterapkan di berbagai lokasi dan berkolaborasi dengan brand lain yang ingin menghadirkan pengalaman interaktif bagi anak dan keluarga.
MDP merupakan grup usaha kreatif dan teknologi yang berdiri pada 2026, dengan tim tersebar di Malang, Bali, Jakarta, Banjarmasin, dan Makassar. Perusahaan tersebut telah menangani sejumlah proyek, termasuk untuk Surveyor Indonesia dan Telkom International.
Adapun Papoom merupakan brand parfum anak lokal asal Malang yang menjadi bagian dari MDP. Produk ini disebut telah mengantongi sertifikasi BPOM serta menggunakan formula berbasis air dan bebas alkohol, dengan klaim antibakteri.(llk)
Editor : Andika Satria Perdana