Komunitas Transport For Malang Lengkapi Titik Henti Trans Jatim dengan Kursi dan Papan Petunjuk

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:04 WIB
PERMUDAH WARGA: Komunitas Transport for Malang melengkapi titik henti Bus Trans Jatim di Jalan Kawi dengan tempat duduk dan papan petunjuk. (Transport For Malang untuk Radar Malang)
PERMUDAH WARGA: Komunitas Transport for Malang melengkapi titik henti Bus Trans Jatim di Jalan Kawi dengan tempat duduk dan papan petunjuk. (Transport For Malang untuk Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sejumlah titik henti Bus Trans Jatim dinilai minim fasilitas. Seperti tempat duduk hingga atap untuk menghalau panas atau hujan.

Karena kondisi itu, komunitas Transport for Malang tergerak untuk menambah fasilitas di titik henti Bus Trans Jatim pada Minggu lalu (11/10).

Wahyu Styo Pratama, salah satu penggerak Komunitas Transport for Malang mengungkapkan, titik henti yang ditambah fasilitasnya berada di Jalan Kawi.

”Menurut observasi kami, titik henti di Kawi menjadi salah satu titik yang menjangkau beberapa POI (point of interest) seperti pusat perbelanjaan dan Ijen Boulevard,” kata dia.

Menurut Wahyu, itu bukan kali pertama dia dan rekan-rekannya berinisiatif melakukan penataan pada titik henti.

Sebelumnya, Komunitas Transport for Malang pernah menata titik henti berupa halte di Jalan Veteran. Halte di sana dicat ulang. Kemudian dibersihkan dari kotoran.

Kemudian Halte Kawi 2 yang masih berada di Jalan Kawi. Di sana, papan penunjuk arah pernah dibuat secara swadaya oleh mereka. Namun terpantau mengalami kerusakan.

Beruntung, papan penguat di bagian belakang masih utuh. Oleh karena itu, pihaknya mengganti papan penunjuk dengan cetakan baru.

”Sementara di titik henti di Jalan Kawi yang satu lagi yang berupa rambu, menurut informasi masih belum tersedia papan petunjuk,” sambung Wahyu. Malah, lanjut dia, rambu di sana dijadikan tempat memasang banner iklan salah satu hotel di Kota Malang.

Setelah banner iklan disingkirkan, pihaknya menempatkan papan penunjuk seperti yang sudah terpasang di beberapa titik henti Bus Trans Jatim. Papan itu juga dipasang oleh Komunitas Transport for Malang.

Selain papan penunjuk, pihaknya juga menambah kursi panjang di sana. Tujuannya agar masyarakat yang sedang menunggu Bus Trans Jatim di sana bisa duduk.

Wahyu menyebut, tugas melancarkan mobilitas Bus Trans Jatim harus dipikul bersama. Selama ini, pihaknya melihat terganjal birokrasi dinas atau level pemerintahan tertentu.

”Bukan hanya memandang mobilitas sebatas memindahkan orang dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum tanpa memastikan kenyamanan secara end to end,” tegas Wahyu.

Kenyamanan yang dimaksud salah satunya dengan menyediakan fasilitas pendukung. Selain itu juga pemeliharaan secara berkala.

Bahkan di titik henti yang berada di trotoar, sebagian kondisinya kurang layak. Sebab, banyak trotoar yang sudah rusak dan rawan, terutama untuk kelompok disabilitas. Wahyu berharap, masyarakat bisa sama-sama menjaga kondisi titik henti yang tersebar di Kota Malang. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
trans jatim malang Komunitas Transport for Malang transportasi umum malang hari ini bus Trans Jatim