MALANG KOTA, RADAR MALANG - Wajah baru ruas jalan di depan Pasar Induk Gadang (PIG) mulai terlihat. Kini, proyek perbaikan jalan di sana mulai dilakukan di dua sisi. Diperkirakan, proyek itu bakal rampung pada akhir November mendatang.
Sebagai informasi, proyek perbaikan itu membuat ruas di depan PIG menjadi jalan kembar. Nanti bakal ada empat lajur dengan pembatas atau median di tengah. Total lebar jalan mencapai 15 meter.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Kristiyan Bagus Muryanto menjelaskan, pengerjaan didahulukan di sisi selatan. Sebab, lokasi tersebut merupakan bekas lapak pedagang.
Pengerjaan di sisi tersebut tak membuat gangguan terhadap arus lalu lintas dan mobilitas pedagang. Saat ini, realisasi pekerjaan di sisi selatan mencapai 62,6 persen.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding target sebesar 62,2 persen. ”Sisa waktu tinggal 43 hari, namun kami optimistis bisa lebih cepat dari jadwal. Sesuai target pak wali pada bulan November (selesai),” ujar Bagus.
Sementara itu, pembangunan jalan di sisi utara Pasar Gadang juga terus berjalan. Progres pengerjaan di titik itu mencapai 47,6 persen.
Pembangunan di sisi selatan maupun utara total mencakup jalan sepanjang 600 meter. Bagus mengatakan, pembangunan jalan di PIG menggunakan konstruksi beton.
Karakteristik Pasar Induk Gadang yang memiliki intensitas tinggi membuat beton dinilai lebih sesuai dibandingkan aspal.
Air yang biasanya dibuang ke permukaan jalan sering mempercepat kerusakan aspal. Kondisi itu juga diperparah dengan aktivitas kendaraan berat, termasuk truk pengangkut tebu yang melintas di kawasan pasar.
”Dengan menggunakan beton, kami bisa pastikan secara teknis lebih tahan lama daripada aspal,” jelas Bagus.
Pengawas proyek Suliyanto menyebut, salah satu kendala yang sempat menghambat pekerjaan berada di titik awal atau titik nol proyek.
Area tersebut masih digunakan untuk aktivitas pedagang. Padahal perlu dibuka terlebih dahulu untuk mendukung pemasangan U-ditch.
Namun, persoalan tersebut kini telah teratasi dan pengerjaan kembali berjalan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilakukan selama tujuh hari dalam sepekan. Pengerjaan juga berlangsung pada malam hari, terutama saat memasuki tahapan pengecoran beton.
Total ada 30 pekerja yang dikerahkan setiap hari untuk mempercepat pengerjaan. ”Kami pastikan selesai pada November,” tandas Suliyono. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra