Permintaan di SPBU Naik, Pasokan BBM Kota Malang Ditambah untuk Urai Antrean

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:13 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau antrean pengendara yang hendak mengisi Pertalite di SPBU Mergan, kemarin (16/10) siang. Pertamina bakal menambah pasokan BBM ke SPBU untuk mengurai antrean yang mengular.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau antrean pengendara yang hendak mengisi Pertalite di SPBU Mergan, kemarin (16/10) siang. Pertamina bakal menambah pasokan BBM ke SPBU untuk mengurai antrean yang mengular.

MALANG KOTA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Malang diantisipasi dengan penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan pengaturan arus kendaraan. Pertamina menyiapkan tambahan stok, sedangkan kepolisian meningkatkan pemantauan untuk mencegah antrean berkepanjangan hingga penimbunan BBM.

Sales Area Manager Retail Pertamina Malang Angga Yodi Winata Putra mengatakan, kebutuhan BBM masyarakat meningkat beberapa waktu terakhir. Kondisi itu mendorong Pertamina menambah pasokan harian untuk Kota Malang.

Baca Juga: Permintaan Pertalite Kota Malang Meningkat, Antrean Bukan Karena Kelangkaan BBM

“Karena demand di masyarakat sekarang 7–8 persen,” kata Angga saat meninjau SPBU Mergan, kemarin (16/10). Angga menyebut pasokan harian yang disiapkan untuk Kota Malang mencapai 407 kiloliter (kL), dibandingkan sebelumnya 340 (kL).

Selain menambah pasokan, Pertamina menerapkan marshaling atau pengaturan arus kendaraan di area SPBU untuk membantu mengurai antrean. 

Permintaan yang meningkat terutama terjadi pada Pertalite. Menurut Angga, SPBU yang menjual BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, justru cenderung lebih sepi. Perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan konsumen. Pertamax berada di kisaran Rp15 ribu per liter, sedangkan Pertalite sekitar Rp10 ribu per liter.

 Di sisi lain, kepolisian turut mengambil langkah antisi pasi. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi mengatakan, pihaknya berkoordinasi den gan Pertamina dan meman tau kondisi sejumlah SPBU. Pengecekan juga dilakukan untuk mencegah penimbu nan BBM.

“Dari informasi Pertamina, yang membeli Pertalite meningkat,” ujar Danang. Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemantauan di lapangan di harapkan membantu mengantisipasi persoalan distribusi maupun antrean yang semakin panjang.

Baca Juga: Konsumsi Harian BBM di Kota Malang Menyentuh 720 Kiloliter

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga meninjau SPBU Mergan bersama jajaran forkopimda. Dia menyatakan stok BBM di sana masih tersedia dan meminta masyarakat tidak khawatir terhadap isu kelangkaan.

“Masyarakat tidak perlu gelisah terkait dengan kelangkaan karena kami sudah mengecek secara langsung untuk ketersediaan,” kata Wahyu.

Meski demikian, penambahan pasokan dan pengaturan antrean menjadi langkah yang perlu terus dipantau seiring tingginya permintaan Pertalite. Pertamina dan kepolisian diharapkan memastikan distribusi tetap berjalan serta antrean di SPBU tidak mengganggu aktvitas masyarakat. 

Editor : Aditya N. Rian
antrean Pertalite BBM Pertamina Bensin spbu malang