MALANG KOTA - Beberapa siswa mundur dari predikat eligible. Ada yang beralasan ingin masuk ke sekolah kedinasan, mendaftar TNI-POLRI, kuliah di luar negeri, hingga mengaku ragu-ragu dengan prodi yang dia pilih.
Guru BK SMAN 3 Malang Sa’idatul Mufida mengatakan, sejauh ini sudah ada sembilan siswa yang mengundurkan diri dari predikat eligible. Alasannya beragam. Sebelumnya, dia tegas meminta mundur siswa yang ragu-ragu dengan pilihannya. Sebab, regulasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun ini semakin ketat.
Salah satunya akan mem-blacklist siswa yang tak melakukan registrasi ulang. Baik di jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Ida menjelaskan, blacklist berlaku untuk semua jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sehingga, sekali diterima dan tak registrasi ulang, siswa tak akan memiliki kesempatan lagi masuk PTN.
“Kalau diterima SNBP tapi tidak diambil (registrasi ulang), mereka akan di-blacklist di jalur SNBT dan jalur mandiri. Sama halnya ketika diterima di jalur SNBT dan tidak registrasi ulang akan di-blacklist di jalur mandirinya,” terangnya.
Untuk itu, Ida mengaku penetapan siswa eligible juga semakin ketat. Selain itu, ia pun meminta agar siswa eligible memilih satu prodi saja, meski ada kelonggaran memilih empat prodi sekaligus dalam tiap jalur.
Ia menilai pilihan prodi yang lebih dari satu malah akan menimbulkan masalah. Sebab, kebanyakan siswa menaruh harapan besar pada pilihan pertama. Sehingga pilihan kedua kerap menjadi cadangan. “Nah, kalau diterimanya di pilihan kedua dan siswa tidak sreg kan jadi masalah,” ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 4 Malang Zafifatuz Zuhriyah. Dia mengatakan, penentuan siswa eligible juga dilakukan dengan beberapa tahap. Mulai pemeringkatan hingga pemetaan jurusan. Dia menilai, pemetaan sangat penting untuk membuka peluang lolos
Zafifa mengatakan, saat ini pembuatan akun SNPMB sudah mencapai 99 persen. Pembuatan akun dilakukan secara bersama-sama. “Kami ambil waktu pada saat jam mapel BK,” ucapnya.(dre/dan)
Editor : Mahmudan