MALANG KOTA – Total ada 1.468 usulan yang ditampung Pemkot Malang dalam agenda musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tematik, kemarin.
Rinciannya, ada 151 usulan tematik anak.
Kemudian ada 82 usulan lansia.
Selanjutnya ada 184 usulan dari disabilitas dan 320 usulan dari perempuan.
Terakhir, usulan tematik pemuda yang ditampung sebanyak 732.
”Jumlah usulan mus renbang itu masih bisa berubah. Tergantung pembahasan lanjutan dan akan disesuaikan dengan APBD 2026,” kata Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu.
Pembahasan kemarin dilaksanakan di Hotel Ijen Suites.
Pembahasan lanjutan musrenbang tematik nantinya kemungkinan akan dilaksanakan Maret tahun 2025 mendatang.
Dwi menjelaskan, semua usulan akan disesuaikan dengan pendapatan Pemkot Malang.
Semakin tinggi pendapatan yang diraih, program pemberdayaan masyarakat bakal meningkat.
Itu bakal membantu kelompok rentan seperti disabilitas, perempuan dan lansia.
”Programnya nanti tidak ada yang fisik. Semua merupakan program pemberdayaan. Seperti pelatihan, sosialisasi anti narkoba atau pencegahan bullying,” jelasnya.
Ditanya apakah usulan yang ditampung lebih besar dibanding tahun 2025, Dwi belum bisa memastikannya.
Sebab, jumlah final usulan musrenbang yang akan dilaksanakan tahun 2026 baru terlihat pada Maret 2025 mendatang.
”Setelah menampung usulan ini, kami akan masukkan ke beberapa perangkat daerah. Nanti masuk APBD 2026, tergantung anggaran yang ada,” papar dia.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan di Sekretariat Daerah Kota Malang M Syailendra menambahkan, musrenbang tematik ini benar-benar mengakomodir kebutuhan.
Bukan semata-mata karena keinginan beberapa pihak.
Seperti pada kelompok muda, yang butuh perhatian secara mental.
”Seperti sekarang ada istilah sandwich dan strawberry generation di kalangan muda. Itu harus menjadi perhatian dalam musrenbang,” kata dia. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana