Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bocil Open BO Dikembalikan ke Orang Tuanya

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 23 Februari 2023 | 19:37 WIB
PULANG: JC pamit kepada petugas setelah diizinkan pulang ke Kota Bogor bersama sang ibu dan calon kakak ipar yang menjemputnya kemarin. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR MALANG)
PULANG: JC pamit kepada petugas setelah diizinkan pulang ke Kota Bogor bersama sang ibu dan calon kakak ipar yang menjemputnya kemarin. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR MALANG)
 

MALANG KOTA – Salah satu PSK open BO yang ditangkap Satpol PP Kota Malang pada 10 Februari lalu masih berusia 17 tahun.

Sudah hampir dua pekan bocah perempuan berinisial JC itu ditahan di basecamp Dinas Sosial.

Kemarin (22/2), bocil berambut lurus itu dijemput ibu dan calon kakak iparnya, kemudian dibawa pulang ke Kota Bogor, Jawa Barat.

Sebelum tertangkap di sebuah hotel di Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, JC sudah berada di Kota Malang selama dua pekan.

Dia mengaku menawarkan layanan prostitusi lewat aplikasi online. Bahkan sudah sempat melayani lelaki hidung belang.

Setelah tertangkap, dia dititipkan di basecamp milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

|Baca Juga :

Open BO Ditangkal Pengusaha Hotel, Ini Ciri PSK ‘Nyaru’ Tamu Kamar

”Secara prosedural, seharusnya JC dibawa ke Dinsos Provinsi Jatim sebelum diserahkan ke Dinsos Provinsi Jawa Barat, tempat ia berasal.

Tapi karena orang tuanya sudah beriktikad baik datang ke sini, maka kami serahkan ke orang tuanya,” kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat.(Bersambung di halaman selanjutnya)

 



 










Lihat postingan ini di Instagram























 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)








Meski demikian, pengawasan dari aparat dan Dinas Sosial tetap berlangsung. Rahmat mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Bogor.

”Khusus kepada orang tuanya, kami minta tolong agar anaknya diawasi. Utamanya soal pergaulan,” imbuh Rahmat.

Dalam pengakuannya, JC terjerumus ke dunia prostitusi setelah bergaul dengan teman-temannya yang lebih dulu melakukan open BO.

Dia lantas melakukan hal yang sama. Menawarkan layanan prostitusi melalui aplikasi percakapan berwarna hijau.

Saat hendak pergi ke Malang, JC pamit kepada orang tuanya hendak bekerja sebagai penjaga toko. Saat tiba di Malang, JC kehabisan uang.

|Baca Juga :

Tujuh Pasangan Mesum Kena Razia, Tiga di Antaranya Ngaku Open BO

Dia nekat menginap di hotel yang kerap dijadikan para PSK open BO untuk menjual jasa.

Apesnya, JC tidak mengetahui kalau Satpol PP Kota Malang kembali gencar memantau razia dengan memantau aplikasi yang banyak digunakan PSK open BO.(Bersambung di halaman selanjutnya)



Sementara itu, Ibu JC mengaku tidak mengerti penyebab putrinya diamankan Satpol PP Kota Malang.

Perempuan berinisial ER itu juga mengatakan bahwa JC bukan anak yang broken home. ”Ayahnya terlalu keras, sehingga dia tidak betah ada di rumah,” ungkap perempuan berusia 40 tahun itu.

|Baca Juga :

Open BO, Wanita Ini Layani Pria Hidung Belang saat Suami Kerja

ER mengakui JC suka keluar rumah untuk bermain.

JC juga kerap dijemput temannya dan langsung menghilang tanpa diketahui ke mana arahnya. Ke depan, ER berjanji akan lebih memberikan perhatian kepada anaknya itu. (biy/fat)

 

 

 

  Editor : Fathoni Prakarsa Nanda
#radarmalang ##satpolpp ##openbo