MALANG KABUPATEN – David Humaidi Candra Kuncoro, terlihat biasa saja sebelum membunuh Sunarsih, 48, ibu kandung sendiri.
Beberapa saat jelang menghabisi ibu kandungnya, David sempat beraktivitas layaknya warga pada umumnya. Sikap itu menjadi perhatian sejumlah orang.
Sekdes Urek-Urek Andri Dwi Agus Muhtadin tidak menampiknya. Beberapa saat sebelum kejadian, David terlihat biasa-biasa saja. Dia melihat David mengantar istrinya ke pasar.
Dari sisi motif, warga dan pemerintah desa masih belum mengetahui motif David. ”Sampai sekarang kami bingung. Kenapa itu bisa terjadi,” katanya, Minggu (16/4).
Begitu menghujamkan pisau sebanyak 7 kali ke tubuh ibu kandung, David diamankan. Banyak warga desa yang mengamati ekspresi David ketika digelandang polisi.
”Usai kejadian, wajahnya datar. Mungkin menyesal,” kata Andri.
Berita Terkait : Anak Bunuh Ibu Kandung di Gondanglegi Malang, Korban Ditusuk 7 Kali.
Usai mengamankan pelaku pada Sabtu lalu (15/4), polisi mulai mendalami motif anak yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri.
Sementara ini, keluarga korban menduga peristiwa berdarah itu karena faktor uang. Namun Polres Malang akan memastikan lagi, termasuk kemungkinan adanya faktor lain.
Seperti diberitakan, Sunarsih, 48 dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, David Humaidi Candra Kuncoro.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah korban, Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu lalu (15/4).
Mulanya, David dan Sunarsih terlibat cekcok sekitar pukul 09.00 di dalam rumah.
Sekitar delapan menit kemudian, Sunarsih keluar rumah bersimbah darah dan berjalan sempoyongan. Perut sebelah kanan terdapat luka dan darah bercucuran.
Diduga telah ditusuk oleh David menggunakan senjata tajam (sajam). (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Perempuan yang bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) itu dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Mitra Delima Bululawang.
Diduga, korban meninggal setelah mengalami tujuh tuaukan di perutnya. Satu jam setelah kejadian, polisi menangkap pelaku.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pembunuhan tersebut.
Beberapa barang bukti (BB) juga disita petugas. ”Besok Senin (hari ini, 17/4) akan diinformasikan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Dari hasil penelusuran wartawan koran ke berbagai saksi serta perangkat desa, dugaan sementara adalah faktor uang.
Sri Wahyuni, 39 istri Ketua RT 21 RW 03 Desa Urek-Urek mengatakan, Sunarsih sering mengirim uang ke David sejak menjadi TKW di Hongkong.
Baca Juga : Anak Durhaka Ditegur saat Nonton TV, Ibu Kandung Ditikam Pisau.
Uang tersebut dikirim ke David untuk dibelikan sesuatu.”Saya tidak begitu tahu mau beli apa. Intinya Sunarsih selalu kirim uang," katanya.
Setelah pulang ke Malang pada 30 Maret lalu, kata Sri Wahyuni, korban menanyakan uang tersebut kepada pelaku. Kemudian perkara itu memanas dan berujung pembunuhan.
"Mulai pagi sekitar pukul 06.00, Sunarsih sudah teriak-teriak memarahi keponakannya lantaran tidak mencuci baju. Setelah itu cekcok dengan David," kata perempuan yang juga tetangga korban itu.(nif/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana