MALANG KABUPATEN - Cerita tragis seorang anak bunuh ibu kandung di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi berlangsung sekitar satu jam.
Peristiwa miris itu dimulai kemarin pagi (15/4) sekitar pukul 09.00. Pelakunya bernama David Humaidi Candra Kuncoro. Usianya 28 tahun.
Dia sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Yang dibunuh adalah Sunarsih, 48, ibu kandungnya sendiri.
Sunarsih dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00, dalam perjalanan menuju RS Mitra Delima, Bululawang.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazahnya sempat dibawa ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Di sana, Tim Inafis Polres Malang melakukan pemeriksaan lanjutan.
”Ditemukan tujuh luka tusukan di beberapa bagian,” kata salah satu anggota tim Inafis yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga : Dugaan Pembunuhan Makin Menguat.
Tusukan paling mematikan ada pada bagian dada korban. Selain dalam, tusukan pada bagian itu juga cukup lebar.
Berdasar informasi yang diterima koran ini, kejadian berdarah itu bermula saat Sunarsih terlibat cekcok dengan David.
Kejadian tersebut berlangsung di kediaman mereka, di Dusun Krajan, Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
David yang emosi akhirnya gelap mata dan melakukan beberapa penusukan. Setengah sadar, Sunarsih sempat berusaha meminta pertolongan kepada tetangga.
Tak lama kemudian, seorang perangkat desa yang bernama Irfan Kaur melintas di depan TKP.
Melihat Sunarsih yang sudah bersimbah darah, pria berusia 50 tahun itu berupaya menolongnya. Irfan juga ikut mengantar jenazah ke RSSA Malang. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Dia bersama suami korban juga sempat mengamankan pelaku, sebelum akhirnya menyerahkannya ke polisi.
Isa, kakak perempuan korban menduga pertikaian antara Sunarsih dan David disebabkan karena uang.
Sepengetahuan dia, Sunarsih pernah mengirimkan uang Rp 50 juta kepada David untuk dibelikan sebidang tanah.
”Uang itu dikirim ketika korban menjadi TKW (tenaga kerja wanita),” kata warga Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu.
Namun, saat tiba di Indonesia, uang tersebut sepertinya belum dibelikan sebidang tanah. Sehingga, Sunarsih menagihnya ke David.
Untuk sementara, motif itu jadi dugaan awal anak bunuh ibu di Gondanglegi Malang kemarin. Keterangan tersebut diperkuat pernyataan dari Uswatul Hasanah, salah satu keponakan korban.
Baca Juga : Pria Pelaku Pembunuhan Mengaku Naksir Korban.
”Ibunya baru 1 April sampai di sini (Indonesia), saya juga tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini,” ujar dia yang tinggal tepat di samping TKP.
Sebelumnya, Sunarsih diketahui bekerja sebagai TKW atau pekerja migran di Hongkong. Kabarnya, dia mengambil jatah cuti agar bisa berlebaran di Indonesia.
Di rumah yang menjadi TKP itu lah dia tinggal bersama suaminya. Di rumah itu juga David dan keluarga kecilnya tinggal.
Untuk diketahui, David adalah putra kedua Sunarsih bersama pasangan sebelumnya. Kasus berdarah itu pun sudah ditangani polisi.
”Satu jam setelah kejadian, polisi datang untuk menangkap David,” kata Sueb, adik ipar korban saat ditemui koran ini.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di rumah duka kemarin sore, tampak belum banyak pelayat yang datang. Istri dari David terlihat shock.
Beberapa anggota keluarga berada di dekat dia untuk menenangkan. Di halaman rumah, tampak keranda, nisan, dan tenda untuk memandikan jenazah sudah disiapkan warga sekitar.
Kapolsek Gondanglegi Kompol Pujiyono menyebut bila kasus itu kini ditangani jajaran Satreskrim Polres Malang.
”Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Polres Malang untuk diperiksa lebih lanjut,” kata dia. (mel/rb3/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana