Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korban Nikah Sesama Jenis Dijanjikan Operasi Kaki, Pesta Pernikahan, hingga Lamborghini

Nabila Amelia • Jumat, 10 April 2026 | 10:09 WIB
LAPORKAN KE POLRESTA: Intan Anggraeni menunjukkan salah satu dokumen pernikahannya yang diduga dipalsukan. (Nabila Amelia / Radar Malang)
LAPORKAN KE POLRESTA: Intan Anggraeni menunjukkan salah satu dokumen pernikahannya yang diduga dipalsukan. (Nabila Amelia / Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Intan Anggraeni terpaksa mengakhiri pernikahannya yang baru berlangsung pada 3 April lalu. Perempuan berusia 28 tahun itu memergoki lelaki yang menikahinya ternyata seorang perempuan. Yakni Erfastino, 36. 

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, perjumpaan Intan dengan Erfastino berlangsung pada awal Februari 2026. Keduanya bertemu di sebuah tempat karaoke di Kota Batu. Intan saat itu bekerja di sana. Sementara Erfastino merupakan salah satu pelanggan yang sering berkunjung.

Dalam perkenalannya dengan Intan, Erfastino mengaku bahwa dia adalah putra dari salah satu anggota legislatif aktif di Makassar. Inisialnya yakni FBM. Keduanya pun mulai berpacaran pada 14 Februari 2026.

Eko NS, kerabat sekaligus pendamping Intan mengungkapkan, Erfantino juga mengaku dia merupakan pimpinan dari sebuah agensi yang bermitra dengan sebuah aplikasi. Selain itu, Erfantino juga mengaku bekerja sebagai konsultan proyek. Yang bersangkutan juga memiliki villa di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu dan rumah kos di Jalan Pandean Gang 1, Kota Batu.

Ada berbagai pertimbangan yang membuat Intan akhirnya luluh dan bersedia menikah dengan Erfantino. ”Mbak Intan ini pernah menikah, lalu bercerai karena KDRT. Dampak KDRT adalah kakinya sakit. Lalu Erfantino berjanji membawa Mbak Intan berobat ke Thailand,” kata Eko.

Ada pula iming-iming berupa mobil Lamborghini yang menurut informasi sudah deal dengan salah satu pegawai perempuan di sebuah diler di Kota Malang. Lalu Erfantino juga berjanji membeli rumah punden milik keluarga Intan yang nanti diperuntukkan untuk mereka.

Erfantino berjanji menikahi Intan pada 8 April di Hotel Grand Mercure Mirama Malang. Untuk menikahi Intan, Erfantino menyebut sudah menyiapkan berbagai hal yang diurus event organizer (EO). ”Tapi pihak keluarga tidak pernah diberi kontak event organizer-nya atau diajak fitting baju atau cek makanan hotel,” sebut Eko.

Namun dalam perjalanannya, Erfantino menyampaikan bahwa nenek, paman, dan ayahnya meninggal pada 2 April. Menurut adat, pernikahan harus dipercepat, sehingga keduanya akhirnya menikah siri pada 3 April lalu.

Sebelum menikah siri, Erfantino sempat meminta Intan untuk mencari pinjaman ke tetangga senilai Rp 1,5 juta. Itu untuk berbelanja persiapan pernikahan dan mahar senilai Rp 100 ribu. Dari cerita Intan, Erfantino pernah menyampaikan akan menggelar pesta pernikahan. ”Katanya gaun dan make-up dari Ivan Gunawan. Lalu mau undang artis seperti Judika, Adella, sampai NDX,” cerita dia.

Identitas Erfantino yang merupakan perempuan terbongkar saat malam pertama. Pada 5 April, Erfantino akhirnya diusir dari kediaman Intan di Kecamatan Blimbing. Setelah diusir, Erfantino sempat datang kembali untuk melihat Intan.

Dia juga sempat menebar ancaman akan melaporkan Intan balik karena viralnya kisah mereka. ”Terakhir pada Rabu malam (8/4) sekitar pukul 20.00 sempat WhatsApp (WA) akan melaporkan saya balik dan menagih barang-barang maupun uang yang pernah diberikan selama pacaran,” pungkas Intan. 

Pihak Intan sudah bergerak ke ranah hukum. Pada Rabu lalu (8/4) dia bersama pihak keluarga melaporkan kasus itu ke Polresta Malang Kota. Materi laporannya berupa pemalsuan dokumen. Kasus itu pun masih didalami Satreskrim Polresta Malang Kota. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#penipuan pernikahan #nikah sesama jenis #kasus viral #radar malang hari ini