BANTUR, RADAR MALANG – Penyelidikan kasus ledakan yang diduga berasal dari bom ikan atau bondet di Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang terus berlanjut. Aparat kepolisian kini mulai mendalami motif di balik aksi yang merusak rumah milik Sumpaji (59) tersebut.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4) pagi itu tidak menimbulkan korban jiwa karena rumah dalam kondisi kosong. Namun, kerusakan pada bagian depan rumah cukup terlihat, mulai dari kaca jendela, lantai, hingga tiang teras.
Baca Juga: Rumah Warga di Bantur Diteror Bondet, Pelaku Diduga Gunakan Mobil tanpa Pelat Nomor
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa saat ini penyidik fokus pada pengumpulan keterangan saksi serta pendalaman latar belakang kejadian.
“Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan. Kami juga masih mendalami kemungkinan motif di balik kejadian ini,” ujarnya.
Menurut Bambang, dugaan sementara mengarah pada aksi pelemparan benda yang diduga bom ikan ke arah teras rumah korban. Namun, kepastian jenis bahan peledak masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel yang telah diamankan.
Tim Inafis Satreskrim Polres Malang sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Dari lokasi, petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa pecahan material yang diduga berkaitan dengan sumber ledakan.
“Tim Inafis sudah melakukan olah TKP dan mengambil sampel. Ini masih kami dalami untuk memastikan penyebab pasti ledakan,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya hubungan personal yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait motif pelaku.
Kerugian material akibat insiden ini ditaksir sekitar Rp 2,5 juta. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar resah.
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku dan motifnya terungkap.
“Kami masih terus mengembangkan penyelidikan, termasuk mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi tambahan,” tegas Bambang.