MALANG, RADAR MALANG - Aksi dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, Selasa (5/5) dini hari. Enam orang dilaporkan luka-luka dan enam mobil mengalami kerusakan, sementara polisi masih menyelidiki penyebab dan pelaku kejadian tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Rombongan wisata yang tengah menginap di sekitar lokasi menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pihaknya menerima laporan pada dini hari dan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.
Apa Yang Terjadi di Pantai Wediawu?
Polisi menyebut dugaan pengeroyokan dan perusakan terjadi terhadap rombongan wisatawan yang sedang berada di lokasi.
“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi,” ujar AKP Bambang, Selasa.
Dalam kejadian tersebut, enam unit kendaraan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, enam orang pengunjung juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Barang Bukti dan Penyelidikan Polisi
Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan.
Petugas menemukan balok kayu, batu, serta botol minuman keras yang diduga digunakan saat peristiwa berlangsung. Polisi kini masih mendalami keterkaitan barang bukti tersebut dengan kejadian.
“Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh,” tegas AKP Bambang.
Langkah Pengamanan dan Imbauan Kepolisian
Polisi terus menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden ini dengan pendekatan terukur.
Selain itu, aparat juga memberikan pengawalan kepada rombongan wisata untuk memastikan kondisi mereka tetap aman pascakejadian.
Baca Juga: Polisi Sita 200 Botol Minol dari Warung Tak Berizin di Wilayah Kabupaten Malang Selama 4 Bulan
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian