GONDANGLEGI, RADAR MALANG – Dua bulan ini, Mei-Juni, polisi menemukan tiga kali kasus pembuangan bayi. Ada yang ditemukan dalam keadaan hidup, ada pula yang sudah meninggal dunia. Pelakunya masih diburu hingga kini.
Terbaru, Selasa lalu (9/6) ditemukan bayi di area perkebunan tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi. Sekitar pukul 16.00, pencari rumput menemukan kardus berisi jenazah bayi perempuan.
”Saat itu saksi hendak mencari rumput disekitar rumahnya. Ketika berada di dekat perkebunan tebu, saksi melihat kardus dan mendapati seorang bayi perempuan dalamkondisi tidak bergerak,” ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar kemarin.
Baca Juga: Berbekal 12 Titik CCTV, Polresta Ringkus Warga Pasuruan Pelaku Pembuang Bayi
Pencari rumput itu kemudian memanggil warga sekitar. Salah satu warga juga menghubungi pamong desa, kemudian diteruskan ke Polsek Gondanglegi.
Saat ditemukan, bayi tersebut mengenakan kain berwarna kombinasi cokelat dan hitam, serta ditutup jaket merah. Berdasar pengamatan di lokasi, Bambang memperkirakan bayi tersebut lahir belum genap satu hari. Tali pusar bayi juga masih panjang. Setiba di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang.
Hingga kini polisi belum mendapat keterangan dari warga sekitar mengenai aktivitas mencurigakan sebelum penemuan bayi tersebut. Meski begitu, pihaknya tetap mendalami kasus tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan tim Inafis serta tenaga medis. Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik juga mengajukan permohonan otopsi sehingga hasilnya dapat diketahui secara ilmiah dan objektif,” ungkap Bambang.
Baca Juga: Pasangan Muda Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara setelah Buang Bayi di Klojen Malang
Kejadian di Gondanglegi adalah kali ketiga penemuan bayi di Kabupaten Malang. Sebelumnya ada kejadian di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, pada 21 Mei dan di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang pada 15 Mei.
“Untuk Karangploso, bayi laki-laki ditemukan dalam meninggal. Sementara yang di Bululawang bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi hidup,” sebut dia. Kini, kedua perkara tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Untuk bayi di Bululawang sudah dalam pengasuhan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho