Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo mengatakan, kasus curanmor paling banyak pada Maret sampai Mei. ”Secara berturut-turut untuk Maret ada sebanyak 21 kasus, April sebanyak 26 kasus, dan Mei sebanyak 24 kasus,” kata dia.
Sementara sisanya pada Januari sebanyak 16 kasus. Lalu Februari ditemukan 19 kasus. Sebagian besar terjadi di Kecamatan Lowokwaru. ”Dari ratusan kasus yang dilaporkan kepada kami, ada 26 kasus curanmor yang sudah kami ungkap,” tegas mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya tersebut.
Selebihnya, pihak kepolisian masih terus melakukan upaya pengungkapan dan pengejaran terhadap pelaku. Di antaranya pada kasus curanmor yang terjadi di Jalan Teluk Cenderawasih, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing pada 23 Mei. Di sana, ada warga yang kehilangan motor jenis Yamaha NMax.
Satu lagi di Jalan Ikan Mas Buntu, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru. Kejadiannya hampir bersamaan dengan di Jalan Teluk Cenderawasih. Untuk kendaraan yang hilang adalah motor jenis Honda Beat.
”Kami masih melakukan penyelidikan terhadap dua kasus tersebut,” sambung Aji. Sejauh ini pihaknya sudah mengendus keberadaan para pelaku. Namun masih dalam pengejaran.
Ditanya terkait modus para pelaku, Aji menyebut menggunakan kunci palsu. Itu artinya, mereka menggunakan alat tiruan atau modifikasi untuk membobol motor untuk bisa dibawa lari. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo