Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Heboh Polwan Malang Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Halaman Mapolres, Begini Reaksinya

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:43 WIB

 

Simulasi Polwan meringkus pelaku tabrak lari
Simulasi Polwan meringkus pelaku tabrak lari

 

 

KEPANJEN – Ada kejadian tak biasa di lapangan Mapolres Malang, Kepanjen, kemarin (1/7). Sekelompok pemuda yang baru saja pesta minuman keras (miras) tiba-tiba mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan. Mereka menabrak lima pejalan kaki.

Aksinya tepergok personel Polres Malang yang sedang patroli, sehingga terjadi kejar-kejaran. Para pelaku tabrak lari itu diamankan polisi, meski sebelumnya sempat melakukan perlawanan. Sementara dalam waktu bersama, korban tabrak lari dibawa ke puskesmas menggunakan dua unit ambulans.

Itulah simulasi Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di lapangan Mapolres Malang. Simulasi yang dilakukan sejak pukul 08.30 tersebut ditutup dengan parade 10 motor besar merek Yamaha dan Kawasaki mengelilingi lapangan. Semuanya polwan yang tergabung dalam ‘Srikandi’ atau Safety Riding, Kreatif, dan Edukasi.

“Mengendarai motor besar itu dengan pola-pola safety riding,” ujar Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska di sela menyaksikan simulasi Hari Bhayangkara kemarin.

Dia mengatakan, personel yang memerankan pelaku tabrak lari berasal dari komunitas freestyle. Secara keseluruhan, dia mengatakan, polisi menampilkan cara penanganan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari penanggulangan terhadap pelaku hingga pertolongan terhadap korban kecelakaan.

Menurut dia, simulasi digelar untuk menekan risiko korban. Sebab, selama ini sering kali warga berniat baik untuk menolong korban, namun dampaknya justru memperparah keadaan. Itu karena terjadi kekeliruan dalam pertolongan pertama.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar warga yang mengetahui korban kecelakaan segera menghubungi pihak terkait.

”Menghubungi tim medis dan kepolisian adalah langkah yang tepat ketimbang memviralkan kejadiannya,” kata dia.

Di lain tempat, Penata Skenario Aksi Teatrikal Aipda Novahanta Putra mengatakan, pihaknya butuh waktu tiga pekan untuk mempersiapkan aksi setelah upacara hari Bhayangkara tersebut.

“50 persen dari 10 polwan itu belum pernah mengendarai motor besar. Tapi karena latihan terus, akhirnya bisa. Itu juga disambi dengan pekerjaan harian di kantor,” ujar dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Polwan Malang #tabrak lari #kriminalitas