SIDOARJO, RADAR MALANG – Kasus pembunuhan aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, mengarah pada dugaan penipuan bermodus hubungan asmara atau love scam. Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga korban setelah identitas pria yang diduga terakhir bersama korban mulai terungkap.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Sementara itu, sejumlah informasi mengenai identitas dan dugaan modus pelaku mulai disampaikan oleh keluarga korban maupun penyidik.
Kuasa Hukum Sebut Terduga Pelaku Bernama Erlan
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihaknya telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial mengenai pria yang diduga bersama korban sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.
Menurutnya, pria dalam video yang beredar memiliki ciri yang sama dengan sosok yang terekam dalam dokumentasi milik korban.
"Dari wajahnya memang benar namanya Erlan, usia sekitar 54 tahun," kata Risang, Senin (6/7).
Risang mengaku memperoleh informasi bahwa pria tersebut diduga telah memiliki banyak korban penipuan. Karena itu, keluarga menduga pendekatan terhadap korban mengarah pada praktik love scam atau penipuan yang memanfaatkan hubungan asmara untuk memperoleh keuntungan.
"Dugaan kami soal love scam itu bisa jadi. Niatnya memeras korban, tetapi kebablasan," ujarnya kepada Jawa Pos.
Meski demikian, dugaan motif tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.
Polisi Sebut Terduga Pelaku Diduga Kerap Menipu Perempuan
Selain dugaan motif, muncul pula informasi bahwa korban diduga tidak berangkat seorang diri dari Bangkalan menuju Malang.
Risang menyebut terdapat saksi yang melihat seorang pria mengemudikan mobil dinas milik korban saat berangkat dari Bangkalan. Keterangan itu dinilai menguatkan dugaan bahwa korban tidak menyetir kendaraan tersebut sendirian.
Kendati identitas terduga pelaku mulai diketahui, keluarga mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai hasil pengejaran aparat kepolisian.
"Belum ada info soal itu (penangkapan)," katanya.
Baca Juga: Pekan Depan PN Malang Bakal Hadirkan Saksi dari Keluarga Mahasiswi UMM yang Jadi Korban Pembunuhan
Sebelumnya, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan bahwa pria yang diburu dalam kasus tersebut diduga telah berulang kali melakukan penipuan dengan menyasar perempuan.
"Jadi latar belakangnya ini memang orang ini tukang tipu-tipu," ujar Jumhur.
Polda Jawa Timur hingga kini masih terus memburu keberadaan terduga pelaku sekaligus mendalami seluruh alat bukti untuk mengungkap secara utuh motif dan rangkaian peristiwa dalam kasus pembunuhan tersebut. (eza/jun)
Editor : Aditya Novrian