Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kantor Digeledah Jaksa terkait Dugaan Korupsi Ambulans Rp 8,4 Miliar, Ini Kata Kadinkes Malang

Biyan Mudzaky Hanindito • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:35 WIB
Petugas Kejari Kabupaten Malang memeriksa dokumen di kantor Dinkes Kabupaten Malang
Petugas Kejari Kabupaten Malang memeriksa dokumen di kantor Dinkes Kabupaten Malang

 

KEPANJEN – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo membenarkan telah dilakukan penggeledahan terkait dugaan korupsi itu. Ia menyebut, waktu itu sebenarnya dinkes mau menambah unit ambulans PSC yang sebelumnya memakai Toyota Hiace. 

“Kami membutuhkan delapan unit. Waktu itu Hiace kosong, adanya Hyundai Staria. Nah, harganya itu lebih mahal. Jadi, anggaran Rp 8,4 miliar hanya dapat tujuh unit,” papar dia.

Seperti diberitakan, kantornya digeledah sejumlah personel dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, Rabu lalu (8/7). Sehari sebelumnya, Selasa lalu (7/7), pengadaan ambulans tujuh unit ambulans senilai Rp 8,4 miliar pada 2022 itu masuk tahap penyidikan. Mereka menelisik proyek pengadaan tujuh unit ambulans merek Hyundai Staria.

Untuk diketahui, per 2023 lalu, Dinkes Kabupaten Malang memiliki total 43 unit ambulans. Baik pengadaan lama maupun baru. Ada yang merek Toyota Hiace, Isuzu Panther modifikasi, termasuk Hyundai Staria yang paling gress. Pengadaan 2022 lalu, mobil ambulans asal negeri ginseng itu berasal dari PAK APBD.

Mobil ambulans tersebut digunakan untuk layanan Public Safety Center (PSC) 119. Tepatnya layanan respons cepat di 7 puskesmas. Yakni Pagak, Kalipare, Karangploso, Wonokerto (Bantur), Ketawang (Gondanglegi), Kromengan, dan Jabung.

Dokter Wie menambahkan, pada awal 2022 sudah ada perencanaan menambah delapan unit ambulans. Namun Tragedi Kanjuruhan pada Oktober membuat kebutuhan itu mendesak. “Ambulans PSC waktu itu keluar semua. Pada saat itu di 8 puskesmas tidak ada,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Namun dia membantah telah melakukan korupsi. “Kami membayar lunas, dengan harga sesuai di kuitansi dan tidak ada yang di luar itu. Apakah ada masalah administrasi atau jumlah unitnya yang dipermasalahkan, kita lihat nanti,” tandas dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Korupsi Malang #Korupsi dinkes malang #penggeledahan