KEPANJEN – Hati-hati saat Anda membakar sampah di musim kemarau. Ketika proses selesai, pastikan api sudah padam. Sebab jika masih ada sisa api sedikit saja, berpotensi merembet hingga berujung kebakaran.
Kemarin (21/7), lahan di Dusun Blobo, RT 3, RW 2, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen mengalami kebakaran. Penyebabnya adalah pembakaran sampah yang apinya tidak dapat dikendalikan. Kebakaran lahan terjadi sekitar pukul 10.50. Tepatnya di lahan tebu milik Achmad Chaqiqi.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko menjelaskan, kebakaran diawali salah seorang warga yang membakar sampah di lahan samping tempat yang terbakar.
“Ada warga yang membakar sampah di samping lahan tebu dan dekat perumahan. Karena angin kencang, api tidak terkontrol dan menjalar ke lahan,” terang Andik kemarin.
Dikhawatirkan meluas sampai membakar rumah, Chaqiqi akhirnya menghubungi markas damkar Kabupaten Malang. Dua unit mobil pemadam langsung diterjunkan ke lokasi. Hanya butuh waktu 15 menit bagi petugas untuk memadamkan api.
Tidak ada yang terluka dalam kejadian itu. Juga tidak tercipta kerugian materi.
“Yang terbakar hanya dedaunan tebu yang kering di bawah. Api belum mengenai tanaman tebu,” imbuhnya.
Dalam dua hari terakhir, sudah terjadi dua kali kebakaran lahan. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Senin lalu (20/7), kebakaran terjadi Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.
Objek yang terbakar adalah lahan pembuangan sampah.
“Itu tempat pembuangan sampah warga yang sudah non-aktif, karena di lahan yang sama juga sudah dibangun tempat penampungan sampah sementara yang berkanopi,” ucap Andik.
Dalam kejadian pukul 11.30 tersebut, warga sekitar tidak mendapati adanya aktivitas bakar-bakar sampah di kawasan seluas 100 meter persegi itu. Damkar menduga adanya penyalaan sendiri pada tumpukan sampah lama tersebut.
“Penyebabnya adalah gas metan, diduga karena kena panas sehingga menyulut gas tersebut. Pada saat kejadian juga petani di sekitar lokasi hanya melihat api langsung menyala, karena takut merembet ke lahan tebu, akhirnya damkar dipanggil,” kata dia.(biy/dan)
Editor : Mahmudan