KEPANJEN – Truk Hino Ranger 500 bermuatan tetes tebu terguling di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen kemarin (23/7). Diduga, kecelakaan terjadi akibat rem blong. Polres memastikan pengemudinya meninggal di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun di lokasi, truk dengan nomor polisi (nopol) L 8573 UD mengalami kecelakaan sekitar pukul 12.15. Truk berwarna hijau yang dikemudikan Mustain, 50, asal Kota Mojokerto itu melaju dari arah Blitar menuju Malang dengan kecepatan sedang.
”Yang bersangkutan mengemudikan truk seorang diri, tanpa awak,” ujar Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin di sela melakukan olah TKP.
Truk tersebut mengantar tetes tebu dari Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI), Kecamatan Binangun, Blitar. Rencananya, tetes akan dikirim ke pabrik Molindo di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang.
Sesampai di Jalibar, dia melanjutkan, diduga rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali.
”Dugaan kami, kendaraan itu rem blong, lalu pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraan. Akhirnya di tikungan jelang lokasi, dia banting setir ke kanan. Tapi karena muatan penuh, truk itu terguling, menabrak satu pohon sampai tumbang dan baru berhenti setelah menabrak pohon berikutnya,” papar dia.
Pantauan di lokasi, kondisi truk ringsek. Kaca depan pecah, kemudian bamper pesok ke dalam. Bagian atap juga hancur. Ketika truk menabrak pohon pertama, Samsul menceritakan, Musta’in terpental ke belakang sampai tertimpa tetes. Seketika itu pengemudi truk pun kehilangan nyawa.
Ketika petugas melakukan evakuasi, korban sempat tidak terlihat. Satu jam kemudian keberadaan jenazah baru terlihat dan dapat dievakuasi. Jenazah korban langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan untuk visum.(biy/dan)
Editor : Mahmudan