Ini Penyebab Singosari Masih Diterjang Pohon Tumbang di Musim Kemarau

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:28 WIB
Pohon tumbang di Candirenggo, Kecamatan Singosari
Pohon tumbang di Candirenggo, Kecamatan Singosari

 

SINGOSARI – Meski bukan musim hujan, masih saja terjadi bencana pohon tumbang di Bumi Kanjuruhan. Tepatnya di Candirenggo, Kecamatan Singosari, Senin (27/7). Pohon trembesi setinggi 5 meter tumpang melintang, menutupi ruas jalan.

Informasi yang dihimpun di lokasi, pohon berdiameter sekitar 50 centimeter itu tumbang sekitar pukul 15.00.

”Diduga karena diterpa angin. Apalagi pohon itu sudah tua, kemungkinan ada bagian yang lapuk,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (28/7).

Tak berselang lama, pohon tersebut dievakuasi oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang. Mereka menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon tersebut.

Dengan kejadian tersebut, BPBD mencatat ada 32 kejadian pohon tumbang dalam kurun tujuh bulan, Januari-Juli. Sebanyak 31 kejadian di antaranya berlangsung pada Januari sampai Mei 2026, yakni bertepatan musim hujan. Sementara setelah memasuki musim kemarau, satu kali pohon tumbang.

Meski begitu, Sadono menyebut potensi bencana seperti angin kencang dan pohon tumbang masih mengintai.

“Perubahan cuaca secara ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih di beberapa tempat masih terpantau awan mendung dan gerimis,” sebut dia.

Bahkan tanpa awan mendung dan sedikit air turun, dia melanjutkan, angin yang berembus kencang bisa juga menumbangkan pohon. Terlebih pada pohon tua dengan pelapukan di bagian-bagian tertentu.

Ia mencontohkan pada Minggu lalu (26/7).

“Waktu itu Kepanjen ke selatan hujan saat malam. Saat ini (kemarin, 28/7) juga Kepanjen gerimis, makanya cuaca tidak bisa ditebak,” tandas Sadono.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Pohon tumbang Malang Bencana Singosari malang hari ini