SINGOSARI - Rumah di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari hangus dilalap si jago merah, Senin lalu (3/8). Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.30 menghanguskan rumah berukuran 16 x 12 meter beserta perabotan, termasuk satu unit sepeda motor. Diduga, penyebabnya adalah korsleting listrik dari kabel sound system yang menempel di stop kontak.
Rumah tersebut milik Febrian Eka Hermawan, 34. Informasi yang dihimpun di lokasi, titik api berasal dari ruang tamu. Api cepat membesar hingga menghanguskan sebagian bangunan beserta isinya.
”Kami menerima laporan masuk pada pukul 15.32 dari seorang saksi bernama Dika, yang merupakan tetangga korban. Saksi melihat api di ruang tamu yang diiringi kepulan asap tebal yang semakin pekat," ujar Komandan Peleton (Danton) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang Andik Minarko kemarin.
Sebelum petugas damkar tiba di lokasi, warga bersama perangkat desa sempat memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun karena upaya tidak membuahkan hasil dan khawatir api terus membesar, akhirnya sebagian warga menghubungi damkar Kabupaten Malang.
Merespons laporan darurat tersebut dengan cepat, Tim Damkar Kabupaten Malang menerjunkan satu armada dari sektor utara. Pasukan pemadam kebakaran tersebut diberangkatkan pada pukul 15.34 dan tiba di lokasi kejadian sekitar sebelas menit kemudian.
Setiba di lokasi, dia mengatakan, petugas melakukan tindakan untuk melokalisasi api agar tidak menjalar lebih luas. Proses pemadaman yang juga dibantu oleh warga tersebut berlangsung intensif hingga akhirnya api benar-benar berhasil dijinakkan secara total pada pukul 16.20.
Sementara itu, Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin turut membeberkan kronologi awal berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
”Terpantau ada kepulan asap tipis dari dalam rumah Febri sekitar pukul 15.15,” katanya.
”Dugaan sementara, penyebab kebakaran karena adanya arus pendek dari speaker aktif yang masih menempel pada stop kontak,” tambahnya.
Akibat musibah ini, korban mengalami kerugian material. Polsek Singosari memperkirakan, kerugian korban mencapai Rp 14 juta, sedangkan Damkar Kabupaten Malang menyebut Rp 20 juta.(ram/aff/dan)
Editor : Mahmudan