KEPANJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mewaspadai ancaman pohon tumbang. Meski tak ada hujan maupun angin kencang, masih saja terdapat bencana pohon tumbang.
Musibah pohon tumbang pada Kamis lalu (30/7) dan Sabtu (1/8) misalnya, akibat akar lapuk dan ulah manusia.
”Kejadian beberapa hari lalu (pohon tumbang) murni karena kondisi akar pohon yang sudah lapuk,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto kemarin.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu mengatakan, saat ini Bumi Kanjuruhan masih musim kemarau. Tanpa adanya hujan maupun terpaan angin kencang, dia mengatakan, seharusnya tidak ada pohon tumbang. Namun karena akar lapuk, sehingga ada pohon yang tumbang.
Agar musibah pohon tumbang di Kepanjen dan Pakisaji beberapa hari lalu tidak terulang lagi, Purwoto mengimbau masyarakat berhati-hati. Ketika berkendara di jalan raya yang dikelilingi pepohonan, dia meminta pengendara waspada.
Selain meminta warga waspada, Purwoto juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sembarangan. Biasanya, dia mengatakan, akar pohon lapuk karena ulah manusia yang bakar-bakar di sekitar pepohonan.
”Jangan melakukan tindakan berbahaya seperti membakar pohon di tepi jalan. Pembakaran batang pohon sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan karena dapat merusak struktur pohon secara mendadak,” lanjutnya.
Seperti diberitakan, tumbangnya pohon di Kepanjen beberapa hari lalu menimbulkan korban. Batang pohon yang tumbang menimpa kabin truk yang melintas. Sementara pohon tumbang di Pakisaji menimpa empat kendaraan dan beberapa orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Dia mengatakan, evakuasi material pohon di kedua lokasi telah dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, dan relawan. Arus lalu lintas di jalur Kepanjen maupun Pakisaji yang sempat terganggu, juga sudah lancar kembali.(ram/dan)
Editor : Mahmudan