
KEPANJEN – Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di Bumi Kanjuruhan. Salah satunya dengan menggelar ramcek secara marathon. Tujuannya untuk memastikan kendaraan laik jalan, sehingga tidak membahayakan penumpang.
Ramcek terakhir dilakukan pada pertengahan Februari lalu. Kala itu, Polres Malang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang untuk memeriksa kendaraan yang melintas. Saat itu ada 133 kendaraan yang menjalani ramcek.
”Pemeriksaan mencakup aspek teknis kendaraan hingga administrasi,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo kemarin.
Saat ini ramcek digelar di enam titik strategis. Mulai Terminal Talangagung, Jembatan Timbang Singosari, Rest Area Tol Singosari, UPT P3 LLAJ Malang, hingga kawasan wisata seperti Hawai Waterpark dan Sumber Maron.
Dia mengatakan, petugas juga mendatangi 11 Perusahaan Otobus (PO) dan perusahaan transportasi. Di antaranya PO Bagong, PO 27 Trans, PO Pandawa 87, PT Gunung Harta Transport Solution, PT Tentrem Inti Sejahtera, PT Gilang Sembilan-Sembilan Pakis (Juragan 99), PT Wijaya Putra Santoso Pakis, PT Rizky Jaya Singosari, PT Gunung Mas Perkasa Nusantara, CV Sayap Mas Nusantara, hingga PT Pandawa Delapan Tujuh.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar ramcek. Namun lokasinya belum diungkap.
”Ramcek rutin dilaksanakan oleh dishub ketika ada kendaraan yang menjalani uji kir,” kata dia.
Berkat keseriusan polisi melakukan ramcek terhadap kendaraan, Satlantas Polres Malang meraih juara 1 pelaksanaan ramcek tingkat polres jajaran Polda Jawa Timur.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menambahkan, kerja keras dia dan jajarannya di lapangan murni demi memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat, sekaligus mencegah potensi kecelakaan sejak dini.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami. Namun yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ramcek benar-benar memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan angkutan umum maupun wisata," ungkapnya.
Bagi satlantas, dia melanjutkan, penghargaan juara pertama bukan menjadi akhir dari capaian. Hasil tersebut justru menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kegiatan pemeriksaan kendaraan.
"Kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pemeriksaan di lapangan. Harapannya, kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman," pungkas Chelvin.(ram/dan)
Editor : Mahmudan