KEPANJEN – Gara-gara menyalip truk dari sebelah kiri, Marsini, 63, meninggal di Jalan Raya Gunung Kawi, Desa Talangagung, Kepanjen. Jenazah lansia asal Talangagung itu langsung dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk visum et repertum.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Rabu lalu (12/8) sekitar pukul 20.15. Kala itu, Marsini mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nopol N-6175-EAU. Dia melaju dari utara menuju arah selatan dengan kecepatan sedang.
Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban tepat di belakang truk Mitsubishi dengan nomor polisi AG-8312-AK. Truk gandeng tersebut dikemudikan oleh Wardani, 51, warga Kediri.
”Saat melintas di TKP, korban berusaha mendahului dari sisi kiri, namun karena jarak terlalu dekat, serempetan dengan ekor truk," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin kemarin.
Ketika menyenggol ekor truk, korban terpental dan mengalami luka serius di bagian kepala. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara sepeda motor yang dikendarainya rusak.
Warga sempat menolong, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut lantas menghubungi aparat kepolisian. Petugas sudah mengamankan barang bukti kendaraan untuk kepentingan penyelidikan. Untuk melengkapi hasil pendalaman, petugas juga minta keterangan saksi di lapangan.
Beberapa jam sebelumnya, tepatnya Rabu siang (12/8) juga terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa, bocah SD berinisial ADZ, 8. Korban meninggal setelah diserempet pikap L-300 dengan nopol H 8646 AF. Pengemudi pikap tersebut adalah Ivan Mulyono, 46.
Kapolsek Kromengan Iptu Riri Novianto Hadisaputra mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi ketika korban yang baru saja pulang sekolah berjalan kaki di tepi selatan jalan. Dalam waktu bersamaan, mobil pikap yang dikemudikan Ivan melaju dari arah barat ke timur menabrak anak kecil tersebut.
“Kejadian tersebut bermula ketika si anak berjalan pulang dari sekolah, lalu dihantam mobil dari arah barat ke timur sehingga korban meninggal dunia di tempat. Warga setempat yang melihat kejadian tersebut segera menghubungi ambulans dan polisi untuk mengamankan penabrak” jelas Riri.
Saksi mata di lokasi kejadian adalah Adi Setiajid. Dia menjelaskan, sebelum menabrak korban, pikap tersebut sempat oleng.
“Korban terseret pikap sepanjang 15 meter dari tempat awalnya lalu jatuh tersungkur dan meninggal dunia” tambahnya.
Ia menjelaskan, korban berjalan sendiri. Sedangkan teman temannya di belakangnya, sehingga sempat menghindar insiden tersebut. Mengetahui korban merupakan anak dari warga setempat Adi segera memberitahukan kepada orang tua korban.
Sekitar 30 menit setelah peristiwa tersebut, ambulans dan polisi datang untuk mengevakuasi ke RSUD Kanjuruhan serta mengamankan kendaraan beserta pengemudinya.
Pengemudi pikap tersebut tidak mengalami luka dari insiden tersebut dan berada di unit laka.
"Saat ini, pengemudi dan juga kendaraan truk dibawa ke unit laka guna dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Riri. (ram/dan)
Editor : Mahmudan