
KEPANJEN – Lagi-lagi, lahan kosong di Bumi Kanjuruhan mengalami kebakaran. Penyebabnya pun klasik, yakni dipicu aksi bakar sampah, kemudian merambat ke lahan. Senin lalu (24/8), kebakaran melanda lahan di Tumpang dan Kepanjen.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 12.04. Lokasinya di Jalan Manggis RT 02 RW 01, Desa Kedungpendaringan, Kepanjen. Lahan seluas 100 meter persegi yang difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah itu pun hangus.
Kebakaran bermula ketika seorang warga bernama Arya melakukan aktivitas pembakaran sampah yang berdekatan dengan rumpun bambu. Saat itu kondisi angin berembus kencang, sehingga api merambat ke bambu.
Warga sekitar yang mengetahui kobaran api langsung menghubungi damkar Kabupaten Malang. Lima personel dengan satu armada diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah.
”Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 12.09 dan berhasil memadamkan kobaran api dalam waktu kurang dari satu jam,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Win Haliem kemarin.
Kemudian insiden kedua terjadi di Jalan Pahlawan Barat, Desa Kebonsari, Kecamatan Tumpang. Kobaran api menghanguskan lahan dan rumpun bambu seluas 450 meter persegi milik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tumpang Lestari.
Kebakaran berawal dari kegiatan pembakaran daun kering yang dilakukan oleh pemilik sawah berbatasan dengan lahan (TPST). Ketika api membesar, salah satu karyawan TPST, Mulyadi, 48 menghubungi kantor desa untuk diteruskan ke damkar.
Menerima laporan tersebut, damkar menerjunkan dua unit beserta lima personel ke lokasi. Pemadaman jga didukung anggota Redkar, perangkat desa, serta Kasi Trantib Kecamatan Tumpang.
”Seluruh rangkaian penanggulangan darurat di dua titik lokasi tersebut berjalan lancar. Seluruh armada serta personel telah kembali ke pos masing-masing dengan aman,” terangnya.
Hingga penanganan selesai, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material pada kedua insiden kebakaran tersebut. (ram/dan)
Editor : Mahmudan