Bocah Korban Penganiayaan Ibunya Sudah Membaik

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:37 WIB
TERUS DIDAMPINGI: Petugas Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mengunjungi MDN yang kini tinggal bersama kakek dan neneknya di Blimbing, Kamis lalu (10/9)
TERUS DIDAMPINGI: Petugas Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mengunjungi MDN yang kini tinggal bersama kakek dan neneknya di Blimbing, Kamis lalu (10/9)

MALANG KOTA - Kondisi MDN, bocah korban penganiayaan oleh ibu kandungnya sendiri berangsur membaik. Selasa lalu (8/9), MDN dipulangkan dari RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dia kini dirawat kakek dan neneknya yang tinggal di Kecamatan Blimbing.

Seperti diberitakan sebelumnya, MDN mendapat Tindakan penganiayaan dari ibu kandungnya yang berinisial SM, 21. Tindak penganiayaan yang dilakukan seperti mengikat kemaluan, menggigit, mencubit, hingga melempar tubuh MDN ke atas kasur.

Akibat tindakan yang dilakukan SM, MDN sempat mengalami kejang dan luka di sekujur tubuh. Dia akhirnya dibawa ke RSSA oleh kakek, nenek, dan tenaga puskesos pada 25 Agustus lalu.

Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Fulan Diana Kusumawati mengungkapkan, sebelumnya korban hanya bisa terbaring di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSSA.

Berkat pengobatan intensif yang dilakukan tim dokter, MDN bisa dipulangkan dari rumah sakit. ”Selasa lalu kami jemput dari RSSA. Korban sudah bisa berdiri dan jalan sendiri. Tubuhnya sudah bersih dari luka. Lalu terlihat ceria,” ungkap Fulan saat dikonfirmasi.

Selain mendapat atensi apparat hingga dinas sosial, keluarga MDN dari pihak ibu juga terus memberikan pendampingan. Terutama nenek MDN yang berinisial LDP, 47. Selama MDN dirawat, LDP selalu menunggu di samping ranjang rumah sakit.

Baca Juga: Buron Empat Bulan, Pelaku Penganiayaan Asal Gedangan Ditangkap Polisi saat Pulang ke Rumah

Fulan melanjutkan, berdasar hasil asesmen awal, MDN kemungkinan akan dirawat oleh kakek dan nenek atau orang tua SM. ”Dia terlihat nyaman dengan neneknya. Waktu kami kunjungi kan banyak tamu-tamu. Dia merasa asing sehingga mencari neneknya,” imbuhnya.

Fulan memastikan bakal tetap memberi pendampingan kepada MDN. Pendampingan sudah dilakukan sejak awal. Mulai pembiayaan visum, pengusulan agar MDN mendapat jaminan Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakes Maskin) dari Dinas Sosial Provinsi Jatim, hingga pemberian bantuan spesifik.

Di samping itu, MDN juga mendapat bantuan dari Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta. ”Alhamdulillah ada bantuan untuk neneknya dari sana berupa sembako untuk mengisi toko,” sebut Fulan. Kemudian juga ada pendampingan dari psikolog anak.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan dan Perusakan Kendaraan Wisatawan Pantai Wediawu Asal Surabaya Berakhir Damai, Enam Tersangka Tak Jadi Disidang

Rencananya pekan depan MDN bakal menjalani pendampingan. Saat ini dinsos masih menunggu kesiapan MDN yang baru dipulangkan dari rumah sakit. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
Biakes Maskin picu PPA RSSA