Ini Desa di Kabupaten Malang yang Mengalami Gangguan Pasokan Air Bersih akibat Karhutla Gunung Kawi

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:48 WIB

Pemadaman api di karhutla

Pemadaman api di karhutla

 

WAGIR – Setelah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Kawi beberapa pekan lalu, Pemkab Malang mulai mendata jaringan pipa terdampak. Pendataan diperlukan untuk mengetahui desa mana saja yang mengalami gangguan pipanisasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, kebakaran mulai menyasar fasilitas warga. Tim di lapangan melaporkan saluran pipanisasi air minum warga di jalur Gunung Gentong terbakar sehingga aliran air menuju Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari terputus.

”BPBD kini melakukan pendataan jaringan pipanisasi yang terdampak,” ujar Purwoto.

Selain mewaspadai terganggunya jaringan air bersih, penanganan karhutla tetap dilakukan secara berkelanjutan. Sebelumnya, BPBD Provinsi Jawa Timur telah melakukan 12 kali water bombing untuk memadamkan kobaran api. Water bombing difokuskan di Blok Pitrang Barat, Blitar.

Petugas di seluruh pos lapang dan pos pantau juga diminta tetap melakukan observasi. Pemadaman maupun pendinginan melalui udara akan kembali dilakukan apabila hasil pemantauan menemukan kepulan asap atau titik api. Hingga kini, area yang terbakar mencapai 385 hektare. Terdiri atas 362 hektare di Kecamatan Wagir, 18 hektare di Ngajum, dan lima hektare di Wonosari.

Purwoto mengatakan, timnya terus memantau perkembangan lokasi. Pemantauan dilakukan dari Pos Pantau Kraton, Basecamp Merkusi, dan Pos Pantau Dalisodo. Hasil pemantauan dari tiga titik tersebut belum menemukan tanda kebakaran berupa kepulan asap maupun api.

“Pemantauan terus dilakukan dari masing-masing pos. Kalau ditemukan api atau asap, langsung dilakukan penanganan,” katanya (ram/dan)

Editor : Mahmudan
Malang Karhutla Karhutla Gunung Kawi Dampak karhutla Malang