Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah Jadi Sorotan

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual (pinterest: @taetaekimtaehyung)
Ilustrasi pelecehan seksual (pinterest: @taetaekimtaehyung)

MALANG, RADAR MALANG - Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tengah menjadi sorotan publik.

Kasus ini mencuat ke publik setelah BBC News Indonesia merilis laporan investigasi mendalam bertajuk BBC Eye: "Aib Sang Guru" pada Minggu (20/9). Laporan tersebut memaparkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pimpinan sekaligus pendiri ponpes tersebut, Ahmad Imanuddin Sumar, terhadap sejumlah santriwati selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Dipanggil Polisi terkait Dugaan Pelecehan Santri, Oknum Pengurus Ponpes di Klojen Malang Tak Hadir

Berdasarkan keterangan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jurnadi, terduga pelaku diduga melancarkan aksinya dengan memanfaatkan relasi kuasa.

Modus yang digunakan antara lain menjanjikan keberkahan, mengklaim bisa menyembuhkan penyakit (pengobatan), hingga mengajak korban melakukan ritual "mandi tobat" bersama.

Publik semakin digegerkan oleh beredarnya rekaman suara antara terduga pelaku dengan seorang mantan santri bernama Yusron yang tengah mengumpulkan barang bukti. 

Dalam rekaman tersebut, AIS terdengar meminta agar skandal ini tidak disebarluaskan demi menjaga reputasi lembaga. terduga pelaku juga sempat menawarkan beasiswa kuliah ke Mmesir kepada Yusron agar bersedia menarik kesaksiannya.

Baca Juga: Heboh Lagi, Santriwati di Ponpes Malang Diduga Dinodai Pengasuhnya

Ia juga menghubungi salah satu korban berinisial Z yang saat ini masih berkuliah di Mesir untuk meminta maaf secara pribadi dan memohon agar kasus ini tidak diproses hukum.

Pada Rabu malam (23/9) Ahmad Imanuddin Sumar menggelar konferensi pers di sebuah hotel di Mataram. Ia menyatakan mengundurkan diri dari posisinya sebgai pengasuh dan pimpinan Ponpes Abul Barokat Wannafahat agar proses belajar mengajar santri tidak terganggu oleh kasus pribadinya.

Operasional pesanten kini diserahkan kepada pengurus NWDI. Ia secara tegas membantah seluruh tuduhan kekerasan seksual tersebut sebagai fitnah yang tidak mendasar.

Ia juga berencana mengambil langkah hukum dan melaporkan balik pihak pihak yang menyebarkan rekaman suara tersebut.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
BBC Ponpes pelecehaan seksual