Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Buang Bayi Karena Kesulitan Ekonomi

Mardi Sampurno • Sabtu, 1 Oktober 2022 | 22:04 WIB
BARU LAHIR: Bayi yang ditemukan di Kelurahan Wonokoyo kemarin pagi (30/9), langsung mendapat perawatan di Puskesmas Kedungkandang. (POLSEK KEDUNG KANDANG FOR RADAR MALANG)
BARU LAHIR: Bayi yang ditemukan di Kelurahan Wonokoyo kemarin pagi (30/9), langsung mendapat perawatan di Puskesmas Kedungkandang. (POLSEK KEDUNG KANDANG FOR RADAR MALANG)
MALANG KOTA – Leni Puspitasari baru pulang dari berbelanja saat mendapati sebuah kardus di teras rumahnya kemarin pagi (30/9). Penasaran, dia membuka kardus tersebut. Alangkah kagetnya dia saat mengetahui bahwa isi kardus itu adalah bayi yang baru lahir.

Dengan panik, warga Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang itu buru-buru meminta tolong para tetangga. “Jam 06.30, saya mau belanja ke depan rumah. Sebenarnya sudah tahu ada kardus, tapi saya tinggal belanja dulu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.

“Setelah selesai belanja, saya hendak masuk rumah, tapi penasaran dengan kardus itu. Waktu dibuka ternyata isinya bayi,” imbuh perempuan berusia 35 tahun itu.

Leni mengungkapkan, pada waktu ditemukan, bayi itu dalam kondisi sehat. Ari-arinya masih menempel, pertanda bayi itu belum lama dilahirkan. Tubuh bayi yang diketahui berkelamin laki-laki itu terbungkus pakaian dan selimut berlapis.

Petugas Polsek Kedungkandang yang mendapat laporan adanya penemuan bayi itu pun langsung datang ke lokasi. Bersama perangkat kelurahan, mereka mendatangkan bidan di kawasan setempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemotongan ari-ari.

“Bayi laki-laki ini ditemukan dalam kardus mi instan. Di dalamnya terdapat selimut bayi, sepasang baju, dan susu,” tutur petugas kepolisian dari Polsek Kedungkandang Aipda Bonus Kuncoro. Di tepi kardus juga terdapat peralatan bayi dan tulisan yang berbunyi, “Tolong rawat anak saya. Kami tidak bisa merawat karena ekonomi kami masih sulit. Terima kasih”.

Aipda Bonus juga menepis kabar di media sosial yang menyebut ada dua orang dengan helm putih sempat berhenti di depan rumah Leni. “Kebetulan tidak jauh dari lokasi ada SDN Wonokoyo 1. Kami masih mengecek CCTV di sana. Jadi belum bisa dipastikan siapa pembuang bayi itu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kedungkandang dr. Lisna Tanjung menjelaskan bahwa bayi dengan bobot 2,9 kilogram itu dibawa ke puskesmas untuk ditempatkan di inkubator. Tujuannya agar kondisi bayi stabil. Hari itu juga sudah banyak orang yang berniat mengadopsi bayi tersebut.

“Ada lebih dari 10 orang yang bertanya, baik lewat telepon maupun datang langsung. Tapi semuanya kami serahkan kepada pihak berwajib dan dinas sosial,” tegasnya. (mel/fat) Editor : Mardi Sampurno
#bayi dibuang #kriminalitas #Penemuan bayi