Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Remaja Jadi Korban Salah Keroyok

Mardi Sampurno • Selasa, 10 Januari 2023 | 23:16 WIB
BRUTAL: Dua Remaja dituduh mencopet saat menyaksikan pertunjukan kesenian Jaranan dan dikeroyok massa. ( Photo By: Radar Malang )
BRUTAL: Dua Remaja dituduh mencopet saat menyaksikan pertunjukan kesenian Jaranan dan dikeroyok massa. ( Photo By: Radar Malang )
KEPANJEN - Niat senang-senang mencari hiburan malah berbuah bencana. Itulah yang dialami dua bocah asal Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Achmad Maulana Rozikin, 18, dan NI, 15 pada Minggu dini hari (8/1). Keduanya dikeroyok massa gara-gara dituduh mencopet saat menyaksikan pertunjukan kesenian Jaranan. Dua remaja itu pun tak terima. Mereka menunjuk kuasa hukum dan membuat laporan ke Polres Malang sore hari setelah kejadian.

”Hari ini (kemarin, red) dua korban diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, mulai sekitar pukul 14.30,” kata kuasa hukum para korban Dalu Eko Prasetyo SH. Maulana dan NI membuat laporan dengan sangkaan dua pasal. Yaitu pasal 170 dan 80 KUHP juncto pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalu menceritakan, pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu, kedua korban sedang asyik menonton kesenian Jaranan di sebuah lapangan di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang. Jumlah penonton kala itu sangat ramai, memenuhi sisi jalan tempat penyelenggaraan acara.

Kondisi itu dimanfaatkan sekelompok copet untuk beraksi. Tapi aksi mereka ketahuan. ”Salah seorang copet itu berteriak bahwa dua klien saya ini yang melakukan pencopetan. Akhirnya dihajar massa,” ucap Dalu. Maulana dan NI dikeroyok sampai babak belur. Beberapa orang sempat berusaha meredakan amuk massa. Pemukulan terhadap ke Maulana pun berhenti. Namun NI masih tetap menjadi sasaran pengeroyokan. Kepalanya dipiting dan terus dipukuli.

Dua remaja itu pun mengalami luka memar di bagian kepala dan badan. NI yang masih tergolong di bawah umur juga mengalami trauma. Sayangnya, kedua korban tidak mengetahui siapa saja yang telah melakukan pengeroyokan. ”Yang jelas, pemain Jaranan yang belum tampil dari paguyuban kesenian itu ikut melakukan pengeroyokan. Jadi kami laporkan juga sanggarnya,” tegas Dalu. Maulana dan NI hanya bisa memperkirakan bahwa yang ikut menghajar mereka sekitar delapan orang. Semuanya dalam kondisi sadar. Tidak sedang mabuk atau pun kerasukan. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Korban Salah Keroyok #Unit Perlindungan Perempuan dan Anak #radar malang