Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korban Pengeroyokan Kesenian Jaranan Bertambah

Mardi Sampurno • Rabu, 11 Januari 2023 | 19:21 WIB
PENGROYOKAN: Polres Malang memastikan perkara pengeroyokan penonton hiburan jaran kepang di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, 8 Januari lalu terus diusut. Ilustrasi Pengeroyokan  By Radar Malang
PENGROYOKAN: Polres Malang memastikan perkara pengeroyokan penonton hiburan jaran kepang di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, 8 Januari lalu terus diusut. Ilustrasi Pengeroyokan By Radar Malang
TAJINAN – Korban pengeroyokan pada pertunjukan kesenian Jaranan di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, pada 8 Januari lalu ternyata bukan hanya dua orang. Dalu Eko Prasetyo selalu tim kuasa hukum dua korban sebelumnya, kembali menerima kuasa dari satu orang lagi kemarin (10/1). Korban kali ini juga mengalami pengeroyokan, namun bukan karena tuduhan sebagai pencopet.

Satu korban tambahan itu bernama Muhammad Saldi, 20, warga Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan. ”Hari ini (kemarin, red) dia merapat ke tim kami untuk pendampingan dalam membuat laporan,” kata Dalu.

Dia menjelaskan, Saldi dikeroyok massa di tempat yang sama dengan Achmad Maulana Rozikin, 18, dan NI, 15. Yakni di sebuah lapangan di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang. Waktu kejadian sekitar pukul 03.00. ”Antara tiga orang ini memang saling kenal, tapi tidak dekat karena beda lingkungan,” terang Dalu.

Namun, Saldi tidak dituduh nyopet seperti yang dialami Maulana dan NI. Dia hanya terkena imbas amuk massa lantaran posisinya berdekatan dengan Maulana dan NI. Saldi dikeroyok setidaknya lima orang dalam waktu yang singkat.

Massa akhirnya menyadari bahwa Saldi bukan tertuduh copet. Pemukulan pun langsung berhenti. Saldi diamankan beberapa warga yang lain sebelum diantarkan pulang ke rumahnya. “Dia kena pukul di kepala bagian atas, mata kanan, dan bibir. Korban juga mengalami trauma,” sebut Dalu.

Dalu masih menduga jika beberapa orang dari paguyuban kesenian juga terlibat. Ironisnya, beberapa pelaku pemukulan tersebut juga ada yang dikenal Saldi. Akan tetapi, pelaporan ke polisi itu belum dapat dilakukan. Tim pengacara masih harus menyiapkan mental Saldi sebelum berangkat ke Mapolres Malang. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Korban Pengeroyokan #Bululawang #Kesenian Jaranan #radar malang